Ekonomi dan Bisnis

Direktur BEI : Teror Tak Akan Goyang IHSG

Ditengah berbagai rangkaian kejadian serangan teror yang yang terjadi beberapa waktu belakangan termasuk di Surabaya

Direktur BEI : Teror Tak Akan Goyang IHSG
net
Dirut BEI, Tito Sulistio 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah berbagai rangkaian kejadian serangan teror yang yang terjadi beberapa waktu belakangan termasuk di Surabaya, Bursa Efek Indonesia yakin tak akan pengaruhi banyak terhadap pasar modal.

Dijelaskan Direktur Utama BEI, Tito Sulistio melalui pers rilisnya untuk Banjarmasinpost.co.id, dari pengalaman serangan teror terdahulu pun tidak berpengaruh banyak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Seperti pada teror bom Thamrin pada Bula Januari 2016, menunjukkan bahwa teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Pada saat terjadinya teror, IHSG sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72 persen di level 4.459,32 poin.

Namun koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan harinya justru menguat 0,24 persen.

Baca: Menu Sahur Agar Kuat Puasa Seharian di Awal Puasa Ramadhan 2018, Kamis, 17 Mei

Hal ini menunjukkan investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi.

Tito yakin bahwa pada teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal.

Secara fundamental Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata – rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Baca: Serangan Mapolda Riau Tewaskan Ipda Auzar, 2 Polisi Terluka Sabetan Samurai

Sementara kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata – rata transaksi harian mencapai Rp 8,87 triliun yang meningkat sebesar 16,7 persen dibandingkan 2017 dan frekuensi harian sebesar 387 ribu yang juga meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017.

Direktur Utama BEI menghimbau agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

Sebagai wujud keprihatinan dan ketegaran atas tragedi di Surabaya Tito meminta kepada seluruh SRO dan anak Perusahaan dalam 3 hari ini sejak Senin (14/5/2018) sampai dengan Rabu (16/5/2018) untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan.

Baca: Awal Puasa Kamis 17 Mei, Inilah 16 Amalan Sunnah Puasa Ramadhan 2018

Ia juga menghimbau Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa untuk melakukan hal yang sama yaitu mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran.

"BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian teror akhir-akhir ini termasuk serangan teror yang terjadi di 3 lokasi Gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5) yang menelan korban jiwa dan korban luka-luka. Kami sangat prihatin atas kejadian ini," kata Tito.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help