Kriminalitas Kalteng

Sabu 2,5 Ons dari Kaltim Nyaris Edar di Kalteng, Dikirim Lewat Travel Resmi

- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 2,5 ons

Sabu 2,5 Ons dari Kaltim Nyaris Edar di Kalteng, Dikirim Lewat Travel Resmi
BANJARMASINPOST.co.id/faturahman
Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah, menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 2,5 ons yang didatangkan dari Kalimantan Timur untuk diedarkan di Kalimantan Tengah.

Informasi yang terhimpun menyebut, barang tersebut didatangkan dari Samarinda, Kaltim, melalui jasa ekapedisi TIKI yang dimasukkan dalam kardus berisi makanan ringan, sabu diselipkan diantara plastik kemasan makanan ringan.

Namun, pengiriman barang tersebut sudah terendus oleh petugas BNN Kalteng yang kemudian mendatangi agen jasa ekspedisi tersebut kemudian mengintai siapa yang mengambil barang tersebut.

Baca: Tata Cara dan Niat Sholat Sunnah Tarawih Pada Ramadhan 2018

Baca: Live Streaming Sholat Tarawih di Mekkah 1 Ramadhan 1439 Hijriah, Ini Link Live Streaming Makkahlive

Keterangan Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi, Rabu (16/5/2018) mengatakan, ada enam orang sopir travel resmi dari CV Adul Jaya Travel yang beralamat di Jalan RTA Milono km 2,5 Palangkaraya diamankan terkait pengiriman barang tersebut.

"Tanggal 4-Mei 2018 kami tangkap enam sopir dari travel resmi tersebut di CV Adul Jaya Travel, mereka adalah I, MS,MR,AF, MN dan K." Saudara I menerima paket dari kurir Tiki sedangkan MS dan MR yang memindahkan, paket tersebut ke dalam mobil milik MR,"ujarnya.

Dikatakan dia, keenam orang tersebut yang saat itu berada di lapangan sehingga dilakukan introgasi dan terungkap bahwa barang berupa sabu seberat 2,5 ons tersebut ternyata milik Bos CV Adul Jaya Travel, berdasarkan pengakuan anak buahnya.

Barang, haram yang didatangkan dari Samarinda Kaltim tersebut, rencananya akan di edarkan di Kalimantan Tengah, namun sebelum sempat beredar sudah disita oleh petugas BNN yang telah mengintainya sejak kedatangan paket dari Kaltim. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help