Berita Tabalong

Setelah Mobil Barang, Angkutan Karyawan Perusahaan di Tabalong Juga Diperiksa Tim Gabungan

Setelah tadi malam kelengkapan surat menyurat angkutan barang yang menjadi sasaran pemeriksaan, kini

Setelah Mobil Barang, Angkutan Karyawan Perusahaan di Tabalong Juga Diperiksa Tim Gabungan
BANJARMASINPOST.co.id/dony usman
Petugas Dishub memeriksa angkutan bus karyawan di Tabalong, Rabu (16/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Setelah tadi malam kelengkapan surat menyurat angkutan barang yang menjadi sasaran pemeriksaan, kini giliran angkutan karyawan perusahaan yang jadi sasaran razia, Rabu (16/5/2018) sore.

Lokasi razia tim gabungan masih sama di depan Bandara Warukin yang menjadi lokasi Pos Terpadu Pengawasan Pengendalian Muatan Angkutan Barang 2018, di ruas Jln Trans Kalsel Kaltim, Tanjung, Tabalong.

Angkutan karyawan yang diperiksa rata-rata-rata berupa bus dan elips. Tetapi selain itu juga ada dilakukan pemeriksaan terhadap angkutan barang.

Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, razia yang dilaksanakan sempat menyebabkan kemacetan karena banyaknya armada angkutan karyawan yang melintas.

Baca: Jadwal Imsakiyah Puasa 2018, Ramadhan 1439 H Beberapa Kota Besar di Indonesia

Baca: Tata Cara dan Niat Sholat Sunnah Tarawih Pada Ramadhan 2018

Baca: Ketahuilah Tiga Bagian Dalam Ramadhan, Ini Amalan-amalan yang Baik Dikerjakan

Baca: Live Streaming Sholat Tarawih di Mekkah 1 Ramadhan 1439 Hijriah, Ini Link Live Streaming Makkahlive

Ini dikarenakan pelaksanaan razia bertepatan dengan waktu keberangkatan karyawan yang masuk shift malam dan kepulangan karyawan dari shift siang.

Angkutan karyawannya menjadi sasaran dengan diperiksa surat menyuratnya, baik kelengkapan pengemudi maupun yang terkait armadanya seperti KIR dan kartu pengawasab angkutan karyawan.

Khusus untuk kartu pengawasan angkutan karyawan terdata ada sekitar 40 unit yang melakukan pelanggaran baik yang telah mati dan ada juga yang tidak memiliki kartu.

Angkutan karyawan perusahaan di Tabalong diperiksa petugas.
Angkutan karyawan perusahaan di Tabalong diperiksa petugas. (BANJARMASINPOST.co.id/dony usman)

Kepala UPT Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Tabalong, M Djatmiko, mengatakan, terhadap yang melanggar diberikan penindakan dan peringatan untuk bisa mengurus izin angkutan karyawannya.

"Ini sesuai dengan Perda No 01/2014 tentang Retribusi Izin Trayek," katanya.

Dalam perda itu diatur mengenai tarif untuk pembuatan kartu pengawasan angkutan karyawan yang ditentukan berdasarkan kapasitas penumpang dengan masa berlaku 1 tahun.

Untuk penumpang 1-9 tempat duduk Rp.120 ribu, penumpang 10-15 tempat duduk Rp.150 ribu, penumpang 16-25 tempat duduk Rp.180 ribu dan penumpang 26 tempat duduk keatas Rp. 250 ribu. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help