Berita Hulu Sungai Utara

Catat! Ini Jenis Sapi yang 'Tak Boleh' Disembelih saat Ramadhan atau Lebaran

Sapi dari Kecamatan Banjang selain untuk kebutuhan daging di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga bisa dipasarkan ke luar daerah

Catat! Ini Jenis Sapi yang 'Tak Boleh' Disembelih saat Ramadhan atau Lebaran
reni kurnia wati
Dinas Pertanian HSU saat melakukan vaksinasi ternak sapi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Desa Pawalutan Kecamatan Banjang terdapat banyak peternak sapi, Dinas Pertanian HSU yang memiliki bidang peternakan secara rutin melalakukan pemeriksaan dan pemberian vaksin kepada sapi.

Sapi dari Kecamatan Banjang selain untuk kebutuhan daging di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga bisa dipasarkan ke luar daerah seperti Balangan dan Hulu Sungai Tengah (HST) yang letaknya memang berbatasan dengan Kecamatan Banjang.

Namun saat ini peternak perlu mengetahui bahwa pemerintah telah melarang menyembelih sapi betina yang masih produktif. Apalagi di bulan puasa hingga lebaran nanti yang permintaan daging sapi mengalami peningkatan.

Baca: Jadwal Buka Puasa Kamis 1 Ramadhan 1439 H / 17 Mei 2018 di Jakarta, Bandung dan Kota Besar Indonesia

Hal ini dilakukan untuk mendukung terus bertambahnya populasi sapi di setiap daerah. Dan rencana penerapan ini juga mendapat dukungan dari peternak.

Baca: Niat Sholat Tarawih dan Witir, Baik Berjemaah, Sendirian untuk Imam Maupun Makmum Ramadhan 2018

Seperti yang diungkapkan H Toni salah satu peternak sapi di Kecamatan Banjang. Dirinya memiliki beberapa ekor sapi, tidak seluruhnya didapatnya dari menernakkan sapi melainkan juga membeli daribpeternak lain. Dirinya biasa membeli anak sapi atau sapi siap potong dan digemukkan barulah dijual kepada pembeli daging.

Baca: Live Vidio.com! Live Streaming Bhayangkara FC vs Mitra Kukar - Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Lahan kosong yang cukup luas di Kecamatan Banjang membuat para peternak sapi cukup mudah mendapatkan rumput untuk pakan. Mengenai rencana untuk tidak memyembelih sapi betina produktif Toni setuju saja karena jika peternak lain banyak yang memiliki sapi maka dirinya pun akan semakin banyak menjual sapi.

"Saya tidak mengawinkan dan mengembangbiakkan sapi, para peternak lain tapi jika sudah cukup dewasa dijual ke saya," ungkapnya.

Dirinya biasanya memotong sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Banjang, jika memang memerlukan pemeriksaan baiknya disediakan dokter hewan yang bisa memeriksa sapi yang akan dipotong.

Terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian HSU I Gusti Putu Susila mengatakan pihaknya saat ini telah mempersiapkan diri untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Pihaknya juga baru saja mendpatkan pelatihan mengenai penerapan Undang Undang No 14 tahun 2014 mengenai larangan memotong sapi betina produktif. "Diharapkan jumlah populasi sapi di HSU semakin bertambah dengan penerapan peraturan ini," ujarnya.

Sapi betina produktif yang dimaksud adalah sapi betina yang melahirkan kurang dari lima kali, atau memiliki umur dibawah delapan tahun serta berdasarkan pemeriksaan oleh dokter hewan tidak memiliki gangguan reproduksi.

"Sapi betina nantinya akan diperiksa kualitas alat produksinya, sehingga meskipun usianya belum delapan tahun dan belum melahirkan namun alat reproduksinya tidak baik bisa saja dipotong," ungkapnya. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved