Serambi Ummah

Mengapa Allah Sangat Menyukai Orang yang Shalat Tahajud?

Dari sejumlah ibadah sunnah yang diajarkan dalam Islam salat yang didirikan pada tengah malam atau Shalat Tahajud yang paling disukai Allah.

Mengapa Allah Sangat Menyukai Orang yang Shalat Tahajud?
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan Ramadhan dianjurkan untuk mengisinya dengan memperbanyak ibadah sunat karena pahalanya setara dengan ibadah wajib.

Ibadah sunat yang sering dilaksanakan selama Ramadhan adalah sholat Tarawih dan Tadarus Alquran.

Bertepatan momen Ramadhan, bisa pula menjadi kesempatan untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunat yang mungkin selama ini barangkali berat dikerjakan di hari biasa.

Salah satunya adalah Shalat Tahajud. Karena ibadah ini sangat besar pahalanya bahkan termasuk ibadah yang paling disukai Allah jika dikerjakan hamba-Nya.

Dari sejumlah ibadah sunnah yang diajarkan dalam Islam salat yang didirikan pada tengah malam atau Shalat Tahajud yang paling disukai Allah.

“Allah sangat menyukai hamba-hamba Nya yang menyelenggarakan ibadah tengah malam ini,” ujar Ustadz Doktor Muhammad Fauzi di Banjarmasin.

Ketika memimpin kajian Alquran dan Sunnah Rasul usai Salat Magrib di Masjdi Al Jihad Banjarmasin ini, ulama ini menjelaskan dasar atau faktor apa sehingga Allah sangat menyukai ibadah yang dilakukan hamba-Nya ini.

“Allah sangat menghargai dan mengutamakan hamba-hamba Nya yang berjuang dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Dan Salat Tahajud itu memerlukan perjuangan dalam mendirikannya,” ujar ulama ini sebagaimana dilansir Serambi Ummah beberapa waktu yang lalu.

Perjuangan dan kesungguhan yang dimaksud, menurutnya, adalah ketika kita bangun tengah malam ketika nyenyaknya tidur bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Bahkan sulit melawan dingin dan bangun tengah malam untuk mengambil air wudhu. Ini memerlukan kesungguhan dan pengorbanan. Itulah sebabnya Salat Tahajud yang didirkan muslimin ditanggapi sangat baik dab seius oleh Allah selain keutamaan salat fardu,” ujar Dr Fauzi. (*)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help