Home »

Kolom

» Tajuk

TAJUK

Rahmat Ramadan

Kenaikan harga komoditas itu bakal bertambah, bila rencana Pertamina menaikkan lagi) harga BBM non-subsidi disetujui pemerintah.

Rahmat Ramadan
net
Ramadhan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEMUA pengamat ekonomi dari Sabang sampai Merauke, memprediksi dan bahkan sebagian telah memastikan, bila selama Mei dan Juni 2018, angka inflasi bakal terkerek naik. Penyebabnya adalah, kenaikan harga sejumlah komoditas lantaran terdampak kenaikan harga BBM non-subsidi beberapa waktu lalu.

Kenaikan harga komoditas itu dimungkinkan bakal bertambah, bila rencana Pertamina menaikkan (lagi) harga BBM non-subsidi disetujui pemerintah. Apalagi, bila pasokan BBM subsidi (premiun) masih saja ‘terasa’ langka sehingga warga ‘terpaksa’ membeli pertalite atau pertamax.

Kondisi itu semakin klop dengan meningkatnya permintaan barang pangan di masyarakat selama Ramadan, yang secara otomatis merangsang meningkatnya harga. Tentu, pada faktor ini kita berharap agar pemerintah bisa memastikan ketersediaan stok, sehingga tidak semakin menambah lonjakan harga.

Meski harga-harga sudah dan mungkin akan terus naik, tapi ada fakta menarik yang bisa diamati setiap menjelang dan selama bulan Ramadan; Warga tetap berbelanja dan bahkan daya beli tetaplah tinggi.

Daya beli yang meninggi di tengah harga yang juga tinggi, tentu menjadi berkah bagi para pedagang.

Sekaligus menjadi bukti, bahwa 10 hari pertama selama Ramadan adalah ‘rahmah’. Secara terminologi, rahmat diberikan Allah kepada semua manusia tanpa dibedakan keyakinan, agama dan keimanannya. Siapa saja akan mendapatkannya.

Lalu dimana rahmat bagi warga yang ‘dipaksa’ berbelanja lebih banyak dan harga lebih mahal dari bulan selain Ramadan. Bukankah bagi warga, terutama yang berpenghasilan tetap sepanjang tahun, kondisi pasar yang seperti itu menjadi beban keuangannya.

Satu-satunya jawaban adalah, rahmat bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan adalah, bisa menikmati makanan dengan asupan gizi yang lebih baik dibanding bulan lainnya. Kalaupun terpaksa tidak bisa berbelanja lebih, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, para fakir, miskin, yatim, piatu, ibni sabil, ghorim masih bisa berharap dari kemurahan hati (untuk tidak menyebut belas kasihan) mereka yang tersadarkan untuk bersedekah dan berzakat.

Selamat menikmati rahmat Ramadan. Untuk para pelaku pasar, selamat menikmati keuntungan berlimpah. Untuk warga, apapun jenis kelaminnya dan seberapapun tebal kantongnya, selamat menikmati makanan yang nikmat dan banyak. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help