Berita Banjarmasin

3 Tingkatan Orang Berpuasa Untuk Dapatkan Derajat Ketakwaan Menurut Imam Masjid Sabilal Muhtadin

Solusi menahan hawa nafsu adalah berpuasa. Dengan berpuasa maka kita dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

3 Tingkatan Orang Berpuasa Untuk Dapatkan Derajat Ketakwaan Menurut Imam Masjid Sabilal Muhtadin
banjarmasinpost.co.id/salmah
H Ahmad Sofyan Arifin, imam Masjid Raya Sabilal Muhtadin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat Ramadhan, setan dibelenggu, tapi kenapa setan masih bisa mempengaruhi manusia? Itu karena manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.

Solusi menahan hawa nafsu adalah berpuasa. Dengan berpuasa maka kita dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Untuk mendapat derajat ketakwaan, H Ahmad Sofyan Arifin, imam Masjid Raya Sabilal Muhtadin, menyampaikan, ada tiga tingkatan puasa menuju takwa.

"Shaum al-'umum, yaitu menahan diri dari makan dan minum serta bersetubuh dengan isteri dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Inilah puasa yang paling rendah tingkatannya, dan yang biasa kita lakukan," jelasnya.

Baca: Lihat Status Facebook Muhammad Choir, Terduga Teroris yang Dikenal Mas Ganteng

Kemudian shaum al-khushush, yaitu menjaga pendengaran, penglihatan, lidah, tangan dan kaki serta seluruh tubuh dari segala perbuatan dosa.

Ketiga, shaum al-khushush-alkhushush, yaitu puasa tingkat tinggi yang merupakan puasanya para nabi dan rasul serta aulia

"Selama menjalankan ibadah puasa ia juga berupaya senantiasa ingat kepada Allah SWT. Apakah dzikir lisan ataupun dzikir hati," ungkap Sofyan.

Dikatakan Sofyan, salah seorang gurunya asal Malaysia yaitu Al Habib Husin bin Abdurrahman bin Muhammad Segaf, suatu hari pamit dari rumah untuk memenuhi undangan berceramah.

Baca: Muhammad Choir, Mas Ganteng Terduga Teroris yang Ditangkap Itu Bikin Banyak Wanita Terkejut

"Saat di perjalanan yang sudah ditempuh sekitar 40 Km, tiba-tiba beliau memutuskan kembali ke rumah," kisahnya.

Tiba di rumah, sang istri bertanya kenapa abang kembali? Jawab Habib Husin, ia lupa berniat, bahwa perjalanannya menuju tempat ceramah itu adalah semata karena Allah dan rasulnya.

"Subhanallah. Jika hati selalu terpaut dengan Allah dan rasulnya. Segala gerak dilandasi niat kepada Allah dan rasul," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help