Kriminalitas Tanahlaut

Angkut Kayu Ilegal di Kintap, Dua Dumptruk Terancam Dirampas Jaksa untuk Negara

Mobil dumptruk itu disopiri Jahri dan Alfianoor yang keduanya mengaku hanya mengambil upah angkutan dari Sungai Riamadungan terancam dirampas.

Angkut Kayu Ilegal di Kintap, Dua Dumptruk Terancam Dirampas Jaksa untuk Negara
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Petugas menunjuk dua unit mobil dumptruk bermuatan kayu log atau kayu gelondongan panjang empat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Jumat (18/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dua unit mobil dumptruk bermuatan kayu log atau kayu gelondongan panjang empat meter yang bernopol KH 8819 AK dan DA 1090 TL, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tanahlaut, terancam dirampas negara.

Sinyal itu terungkap dalam sidang perkara angkutan ilegal logging di Pengadilan Negeri Pelaihari, jaksa ingin menuntut dua unit dumptruk berserta angkutan dirampas untuk negara.

"Ancamannya paling ringan penjara 1 tahun dan dendanya Rp 500 juta. Alat angkutan dirampas negara," kata Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya Lambang Bangsawan, Jumat (18/5/2018).

Mobil dumptruk itu disopiri Jahri dan Alfianoor yang keduanya mengaku hanya mengambil upah angkutan dari Sungai Riamadungan menuju lokasi bansaw di ibukota Kecamatan Kintap.

Baca: Panduan Sholat Sunnah Tarawih, Niat Sholat Tarawih, Witir, Dalam Bahasa Arab dan Latin

Menurut Alfianoor dan Jahri di wilayah Kecamatan Kintap terdapat lima bansaw atau rumah gergaji kayu yang menerima jasa memotong kayu log menjadi berbagai ukuran.

Alfianoor dan Jahri diamankan Patroli Satuan Polisi Kehutanan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan setelah dibuntuti dari Desa Riamadungan hingga Desa Kintap.

Majelis hakim yang memeriksa perkara Alfianoor dan Jahri, hakim ketua Leo Mampe Hasugian dan dua hakim anggota Poltak Hutajulu dan Andika Bimantoro sepakat menunda sidang pekan depan dengan acara mendengar tuntutan jaksa penuntut umum. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved