Berita Banjarbaru

Ditemukan Kasus Rabies, Banjarbaru Malah Sulit Dapatkan Racun Eliminasi Anjing

Kejadian yang terjadi di Kelurahan Mentaos tersebut membuat DKP3 Kota Banjarbaru menjadi khawatir.

Ditemukan Kasus Rabies, Banjarbaru Malah Sulit Dapatkan Racun Eliminasi Anjing
milna sari
Petugas DKP3 Kota Banjarbaru melakukan vaksinasi anjing di Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Banjarbaru menjadi salah satu daerah di Kalsel yang ditemukan kasus rabies selama 2018 ini. Diketahui satu gigitan anjing piaraan menularkan rabies ke pemiliknya.

Kejadian yang terjadi di Kelurahan Mentaos tersebut membuat DKP3 Kota Banjarbaru menjadi khawatir.

Pasalnya anjing liar masih sering ditemukan di daerah perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Banjar.

Baca: Segarnya Es Milo Cream Ala Save Hotel Banjarmasin, untuk Berbua Puasa Menyegarkan!

Dua kelurahan yaitu Mentaos, dan Sungai Ulin dianggap daerah paling rawan anjing liar.

Hal itu dikarenakan daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Banjar dimana banyak warga beternak ayam. Sementara daerah perbatasan Lianganggang tergolong aman anjing liar.

Baca: Muhammad Choir, Mas Ganteng Terduga Teroris yang Ditangkap Itu Bikin Banyak Wanita Terkejut

"Anjing-anjing itu biasanya dimiliki oleh peternak ayam, dan ternyata anjing tersebut terinspeksi rabies dan membawa virus ke Banjarbaru dengan menggigit anjing di Banjarbaru, kemudian anjing di Banjarbaru menggigit pemiliknya," jelas Kabid Peternakan DKP3 Banjarbaru, Iwan Mado, Jumat (18/05/2018).

Padahal sebutnya dibandingkan anjing liar, kucing liar di Banjarbaru sebutnya masih lebih banyak. Namun kucing tidak begitu rentan menularkan virus rabies dibanding anjing.

Baca: Tri Rismaharini Sujud di Hadapan Takmir Masjid Lalu Meminta Maaf dengan Suara Serak, Alasannya?

Namun kini eliminasi atau pemusnahan anjing liar sebutnya sulit dilakukan. Pasalnya obat racun untuk memusnahkan anjing liar sulit didapatkan.

"Kami biasanya ke Vetirineer tapi sekarang untuk mendapatkan sulit, sementara permintaan warga untuk eliminasi masih ada," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Akibatnya selama 2018 ini DKP3 Banjarbaru tak melakukan eliminasi hewan pembawa rabies yang dianggap liar.

"Aturannya sekarang ketat untuk mendapatkan racun itu, bahkan setok racun juga sering habis," sebutnya.

Oleh karena itu ujar pihaknya harus putar otak untuk mengurangi bahkan membuat Banjarbaru zero rabies dengan cara lain.
"Kalau pemberian vaksin saya kira juga tidak efektif karena anjing liar bisa datang dari mana saja bahkan dari daerah tetangga, meskipun kita sudah melakukan kerjasama dengan Pemkab tetangga, " tambahnya.

Namun saat ini sudah ada 305 ekor hewan pembawa rabies yang sudah divaksinasi dari target 600 ekor selama 2016.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved