Temulawak Sani yang Laris Manis

Kisah H Sani Awal Mula Buka Bisnis Temulawak Sani, "Pertama Bikin Rasanya Pahit"

Namun, untuk mengolah temulawak seperti sekarang tidaklah langsung jadi. H Sani harus berulang kali meramu temulawak

Kisah H Sani Awal Mula Buka Bisnis Temulawak Sani,
hari widodo
H Sani tengah menakar temulawak olahannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Minuman temulawak olahan H Sani memang begitu nikmat dinikmati untuk berbuka puasa. Tidak heran, jika setiap memasuki Ramadhan permintaan Temulawak Sani begitu meningkat.

Namun, untuk mengolah temulawak seperti sekarang tidaklah langsung jadi. H Sani harus berulang kali meramu temulawak olahannya hingga tercipta minuman temulawak seperti sekarang.

Baca: Sehari H Sani Produksi Temulawak Hingga 3.600 Liter Gunakan Gula 1 Ton, Ramadhan Makin Laris

H Abdul Sani (71) menceritakan bermula mengolah temulawak sekitar tahun 1976.

Dia tertarik mengolahnya ketika itu ada pedagang temulawak yang rasanya nikmat namanya temulawak Al Kautsar.

Baca: Pria Ini Sudah 12 Tahun Jual Temulawak Sani, Disimpan Sebulan Masih Enak

Aji membeli Temulawak Sani menggunakan jirigen.
Aji membeli Temulawak Sani menggunakan jirigen. (hari widodo)

Namun, pemiliknya merahasiakan dan sudah meninggal.

Lalu, dia meramu sendiri temulawak hingga menjadi minuman yang menyegarkan tenggorokan.

Namun, usahanya meramu temulawak tidak begitu saja jadi. Berulang kali, olahannya gagal.

Baca: Segarnya Es Milo Cream Ala Save Hotel Banjarmasin, untuk Berbua Puasa Menyegarkan!

Rasanya, pahit dan ada juga warnanya tidak kuning bening.

"Sampai berapa kali saya buang. Tapi, saya penasaran mengolahnya sampai berhasil. Jadi, mengolah temulawak ini gulanya harus pas takarannya begitu pula temulawaknya. Kalau tidak pas, bisa kepahitan atau warnanya tidak kuning bening seperti minyak goreng," katanya.

Saat itu, meski berhasil mengolahnya akan tetapi cukup lama temulawak olahanya laku seperti sekarang.

Dia dan istrinya Hj Mulyani dengan sabar menjualnya di pasar Martapura persisnya di bawah Beringin.

"Lama sekali mengenalkan temulawak ini. Baru sekitar sepuluh tahun ini yang laku sekali terutama saat ramadhan,"katanya.

(BANJARMASINPOST.CO.ID/wid)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved