Home »

Kolom

» Tajuk

Tajuk

Koopssusgab Vs Teroris

Korbannya Ipda Auzar. Anggota Ditlantas Polda Riau meninggal dunia setelah ditabrak teroris.

Koopssusgab Vs Teroris
tribunpekanbaru
Polisi jadi korban penyerangan Mapolda Riau Rabu (15/5/2018) 

SERANGAN teroris di Mapolda Riau, Rabu (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB, menyentakkan kita semua. Lima orang teroris, dengan mengendarai sebuah mobil, menerobos Markas Polda Riau. Mereka menyerang polisi pakai pedang. Dua orang polisi terluka karenanya.

Tak hanya pakai pedang, teroris juga menggunakan mobil sebagai alat pembunuh. Korbannya Ipda Auzar. Anggota Ditlantas Polda Riau meninggal dunia setelah ditabrak teroris.

Sebelumnya kita juga terkesima. Senin (14/5) sekitar pukul 08.50 WIB, teroris menyerang Polrestabes Surabaya. Pelakunya adalah satu keluarga, terdiri atas suami, istri dan ketiga anaknya. Sebelumnya lagi, Minggu (13/5), teroris meledakan bom di tiga gereja di Surabaya dalam waktu yang hampir bersamaan. Yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Belasan masyarakat biasa meninggal dunia dan puluhan orang terluka.

Di bulan Ramadan ini kita harapkan tidak ada lagi aksi-aksi teror yang mengejutkan. Karena itu kita sangat mendukung aksi-aksi penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap terduga teroris. Ada puluhan orang terduga teroris ditangkap dari berbagai lokasi, mulai kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, hingga penggerebakan di Riau.

Kita juga mendukung kebijakan pemerintah yang melibatkan TNI dalam menangani persoalan terorisme. Yakni menghidupkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). Keberadaan Koopssusgab ini secara tidak langsung juga akan ‘menjawab’ kebrutalan teroris, yang dalam aksinya sudah melibat perempuan dan anak-anak.
Mengutip pernyataan pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Solahudin, ada beberapa alasan yang mendasari teroris dilibatkannya perempuan dan anak-anak dalam beberapa aksi bom bunuh diri. Pertama adalah alasan keamanan. Kalau dilakukan perempuan dan anak-anak lebih sulit diidentifikasi, tidak terlalu curiga, apalagi satu keluarga.

Kedua adalah agar mendapatkan jangkauan pemberitaan yang lebih luas, bahkan hingga ke seluruh dunia. Aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pria dewasa tentu sudah awam. Namun, akan lain ceritanya apabila aksi bom bunuh diri dilakukan melibatkan perempuan dan anak-anak.

Terakhir adalah pelaku bom bunuh diri memberikan pesan yang disampaikan kepada jaringan mereka sendiri.

Pesan yang dimaksud adalah terkait keberanian melakukan aksi bom bunuh diri. Kita sangat mengharapkan Koopssusgab bekerja sesuai dengan payung hukum yang ada. Ini sangat penting. Kita tidak menginginkan keberadaan Koopssusgab akan menimbulkan keresahan baru di tengah-tengah masyarakat. Alangkah baiknya, pemerintah juga melibat masyarakat dalam meredam aksi atau gerakan terorisme.

Kenapa masyarakat? Karena terorisme tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat itu sendiri. Jika masyarakat peduli dengan lingkungannya, maka terorisme tidak akan tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, jika masyarakat tidak peduli dengan lingkungannya, terorisme akan tumbuh subur dan berkembang pesat. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help