Home »

Video

Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO: Temulawak Sani dari Desa Rema

Silih berganti puluhan warga dengan menjinjing jeriken datang ke rumahnya di Gang Baru Rt 6 Desa Tanjung Rema Kecamatan Martapura.

BANJARMASINPOST. CO. ID, MARTAPURA - Suasana rumah H Abdul Sani (70) sejak pagi terlihat ramai.

Silih berganti puluhan warga dengan menjinjing jeriken datang ke rumahnya di Gang Baru Rt 6 Desa Tanjung Rema Kecamatan Martapura.

Mereka adalah pedagang temulawak yang memanfaatkan tingginya permintaan temu lawak selama Ramadhan.

Ya, temulawak Sani selama ini memang sangat dicari selama ramadhan sehingga pedagang temulawak dadakan pun bermunculan di banyak tempat di Martapura hingga ke Banjarbaru.

Baca: Mengerikan! Kaki Tiba-tiba Nyebul di Kuburan, Setelah Digali Ada Perempuan Berabut Pirang

Rasanya yang manis dengan aroma temulawak yang khas membuat minuman ini digemari warga muslim di Martapura.

Terlihat sejak pagi H Abdul Sani sibuk melayani pedagang yang datang membeli temulawak di rumahnya.

Sementara itu, Saidin dan beberapa keluarga yang turut membantu terlihat sibuk memasak minuman temulawak yang tengah diolah.

Baca: Lihat Status Facebook Muhammad Choir, Terduga Teroris yang Dikenal Mas Ganteng

Terlihat enam panci besar berisi masing-masing 60 liter air dituangkan racikan temulawak ke dalamnya. Saidin pun mengaduknya bergantian.

Memasuki ramadhan ini, H Sani di bantu sepuluh orang karyawan yang juga anggota keluarganya kembali memproduksi temulawak dalam skala besar.

Dalam sehari untuk memenuhi permintaan temulawak sani, mereka harus mengolah minuman temulawak hingga sepuluh kali masak.

Baca: Temulawak Ternyata Berkhasiat Tambah Nafsu Makan, Obat Diabetes Hingga Liver

"Sekali masak ini satu panci ini ada 60 liter dikalikan enam panci total ada 360 liter. Sehari kalau lagi cuaca panas ramai bisa delapan kali hingga sepuluh kali masak. Gula pasirnya saja sehari itu bisa sampai satu ton habis," kata Karyawan H Sani, Saidin.

(banjarmasinpost.co.id /Hari Widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help