Berita Banjarmasin

Ramadhan, Samsul Ajarkan Sedakah Kepada Anak Sejak Dini

Kebiasaan memberikan sedekah warga Jalan Sultan Adam Rt 36 Banjarmasin ini telah dilakukan secara rutin dan turun menurun.

Ramadhan, Samsul Ajarkan Sedakah Kepada Anak Sejak Dini
banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Muhammad Ali Zainal Abidin anak Samsul saat memasukan uang ke celengan infak masjid 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keluarga Samsul memang bukan seseorang berkucukupan namun dengan kesederhanaan yang dimiliki lelaki staf di RSUD Ulin Banjarmasin ini tidak lupa menyisihkan sebagian rezeki diperolehnya untuk bersedekah. Lebih-lebih di bulan puasa Ramadhan ini.

Kebiasaan memberikan sedekah warga Jalan Sultan Adam Rt 36 Banjarmasin ini telah dilakukan secara rutin dan turun menurun.

"Tidak banyak sih yang jelas ada tiap hari. Memang sebelumnya ayah saya yang mengajarkan bersedekah kepada saya sekarang saya kepada anak-anak," kata Samsul.

Samsul mengatakan, sedekah yang lakukan untuk ikut merasakan kehidupan dengan membagikan sebagian rezeki dari penghasilannya.

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Kedua Jumat 18 Mei 2018, Ramadhan 1439 H 27 Kota Besar & Doa Buka Puasanya

Perbuatan sama juga dikatakan Ardianoor. Ardianoor yang merupakan pekerja serabutan ini selalu menyusihkan rezeki yang diperolehnya untuk bersedekah.

"Tidak banyak namun ada setiap sekali dalam sepekan," kata Ardianoor.

Ardianoor yang merupakan warga Sungai Andai Gang Jalan Virus ini berharap ada kebaikan yang dilakukanya.

KH Gusti Mahfud Wakil Ketua III Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Selatan mengatakan, sedekah memang tidak dianjurkan secara wajib.

"Bagi yang mampu wajib mengeluarkan zakat, bagi yang tidak mampu tidak sampai nisapnya boleh saja bersedekah, impak, wakap.

Baca: Lihat Status Facebook Muhammad Choir, Terduga Teroris yang Dikenal Mas Ganteng

"Yang mampu juga boleh juga menambah bersekah dan zakat. Untuk zakat 2,5 persen yang kotor. Maksimal Rp 5, 240. 000 rupiah dibawah itu tidak wajib zakat," kata KH Gusti Mahfud.

KH Gusti Mahfud mengatakan, buat yang mamou kalau berzakat di Baznas akan disalurkan zakat produktif, tapi kalau di ulama konsultif (langsung habis) untuk memberantas kemeskinan berzakat ke produktif.

"Bukan berarti tidak boleh pilih aja sesuai keinginan, " kata Gusti Mahfud.(banjarmasinpost.co.id/burhani yunus)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help