Sebelum Ramadan Komunitas Gowes di HSS Ini Jamah Gunung Layanglayang

Mereka merupakan kumpulan pesepeda yang memang senang gowes saat pagi atau sore di wilayah Kota Kandangan.

Sebelum Ramadan Komunitas Gowes di HSS Ini Jamah Gunung Layanglayang
istimewa
Jahran Apank dan para pesepeda HSS berswafoto bareng di sela kegiatan mereka mengayuh pedal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pesepeda yang berasal dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), kembali berkumpul dan menggeber sepeda bersama-sama, Sabtu (16/05/2018) pagi.

Itu adalah aktivitas gowes terakhir mereka sebelum tibanya bulan suci Ramadan. Mereka merupakan kumpulan pesepeda yang memang senang gowes saat pagi atau sore di wilayah Kota Kandangan.

Cukup banyak yang mengikuti kegiatan itu dari berbagai komunitas sepeda maupun individu di HSS. "Saya ikut secara individu, tidak mewakili komunitas. Senang rasanya bisa mengayuh pedal ramai-ramai sebelum tibanya bulan puasa," ucap salah satu peserta, Jahran Apank, Jumat (18/05/2018).

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Kedua Jumat 18 Mei 2018, Ramadhan 1439 H 27 Kota Besar & Doa Buka Puasanya

Baca: Doa Buka Puasa Ramadhan 2018 Beserta Sunah-sunah Rasulullah SAW Terkait Berbuka Puasa

Jahran menuturkan start dimulai di Bundaran Tugu Dodol Kandangan. Kemudian menuju Gunung Layanglayang dan Bukit Berbunga yang ada di Desa Malutu. "Gowesnya tidak jauh, di seputaran Kandangan saja," tandasnya.

Panjang trek yang dilalui, lanjut Jahran, sekitar 25 kilometer. Medan yang dilintasi peserta menuju Gunung layanglayang di antaranya bebatuan, perkebunan karet, tanjakan dan turunan.

"Begitu tiba kawasan Bukit Berbunga yang banyak ditumbuhi bermacam-macam bunga, peserta takjub. Tempatnya sangat bagus untuk beristirahat melepas lelah dan untuk berfoto bersama," bebernya.

Pengalaman menarik saat gowes, kata dia, saat menaiki tanjakan yang tidak bisa dilintasi sepeda. Peserta pun harus bahu-membahu mendorong seepda hingga sampai ke titik yang aman dan kembali bisa menunggangi sepeda masing-masing.

"Kadang di antara kami ada yang sempat terjatuh saat menuruni bukit atau gunung. Peserta lainnya biasanya spontan langsung mengabadikan momen itu agar bisa jadi bahan candaan saat pulang," tukas Jahran.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Sabtu (19/05/2018).

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help