Berita Banjarmasin

Sekdaprov Kalsel Ajak Masyarakat Mengawasi ASN yang Ikut Organisasi Radikal

Sehingga tidak mustahil orang berstatus abdi negara juga melakukannya atau malah bergabung dalam organisasi radikal.

Sekdaprov Kalsel Ajak Masyarakat Mengawasi ASN yang Ikut Organisasi Radikal
milna sari
Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie mengajak masyarakat untuk bersama-sama turut mengawasi aparatur sipil negara (ASN) khususnya jajaran Pemprov Kalsel.

Apalagi seperti diketahui, saat ini marak posting ujaran kebencian di media sosial. Sehingga tidak mustahil orang berstatus abdi negara juga melakukannya atau malah bergabung dalam organisasi radikal. Contohnya sudah terjadi di Provinsi Kalbar yakni ada oknum ASN berprofesi guru yang diperiksa kepolisian karena diduga memposting ujaran kebencian di media sosialnya.

Saat ini sebut Abdul Haris pihaknya belum melihat adanya indikasi ASN Pemprov yang suka menyebarkan ujaran kebencian, tetapi ia tetap menekankan pentingnya pengawasan dan sikap menjaga ketentraman dan rasa persatuan. Menurutnya ASN harus berfungsi sebagai pemelihara atau perekat persatuan bangsa bukan memprovokasi.

Baca: Muhammad Choir, Mas Ganteng Terduga Teroris yang Ditangkap Itu Bikin Banyak Wanita Terkejut

"Sampai saat ini kami belum melihat ada tanda tanda adanya jajaran ASN Pemprov Kalsel yang terindikasi terlibat ataupun bergabung dalam organisasi ataupun kegiatan-kegiatan yang bersifat radikal maupun menyebarkan ujaran kebencian," ujarnya, Jumat (18/05/2018).

Baca: Niat Sholat Tarawih dan Witir, Baik Berjemaah, Sendirian untuk Imam Maupun Makmum Ramadhan 2018

Saat ini ASN Pemprov Kalsel berjumlah 13 ribu-an itu harus memahami nilai-nilai kebangsaan yang berdasarkan Pancasila. "Memang belum ada, saya harap tidak ada, masyarakat tolong bantu kami untuk mengawasi ASN yang terlibat ujaran kebencian dan aktif di organisasi radikal, kami siap beri sanksi,"ujarnya kepada Banjarmasin post.co.id.

Baca: Kabar Gembira Bagi PNS, THR Akan Lebih Besar, Gaji ke 13 Siap Dibagikan

Khususnya pengawasan di media sosial. Sebutnya masyarakat tak perlu ragu jika menemukan ASN yang tak berfilter dalam membuat status di media sosial dan menimbulkan ujaran kebencian.

Jika ada ASN yang terindikasi menyebarkan ujaran kebencian, imbuhnya, ada ancaman sanksi yang menghadang. Diantaranya PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, UU ASN, UU ITE .

" Kalau ada indikasi melanggar, kita akan melakukan tindakan. Ada tahapan-tahapannya akan kita lihat dab sanksinya bisa sampai pada yang sifatnya sangat berat yakni pemberhentian dengan tidak hormat," tegasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help