Kriminalitas Tanahlaut

Betet Ditangkap Disangka Pengedar Carnophen di Tajaupecah

Rahmatullah alias Utuh alias Betet (38) diamankan polisi karena diduga pengedar obat-obat tanpa izin di wilayah Desa Tajaupecah

Betet Ditangkap Disangka Pengedar Carnophen di Tajaupecah
istimewa
Betet bersama barang bukti 15 butir obat carnophen diamankan polisi di Desa Tajaupecah Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, belum lama ini.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Rahmatullah alias Utuh alias Betet (38) diamankan polisi karena diduga pengedar obat-obat tanpa izin di wilayah Desa Tajaupecah dan sekitarnya.

Kini, warga RT 10 Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut itu ditetapkan sebagai tersangka.

Utuh dijerat penyidik melanggar Undang-Undang tentang Kesehatan karena memiliki 15 butir obat carnophen dalam dua bungkus.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, penangkapan Betet berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan Betet melayani permintaan obat.

Baca: Di Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle Tak Ada Kata Setia dan Tak Ada Ciuman

Kapolsek Batuampar, Iptu Darso dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id membenarkan tersangka Betet itu sudah menjadi target operasi anggotanya.

Menurut Iptu Darso, pelaku melakukan kejahatan tidak hanya sekali ini. Catatan gelapnya, pernah ditangkap kasus pencurian dan peredaran obat-obatan.

Baca: Duh! Ternyata Alasan Ini yang Membuat Dul Jaelani Mau Menikah Muda, Netizen: Daripada Bikin Dosa

"Saat saya menjabat ini kalo pertama. Catatan anggota saya, pelaku ini sudah pernah masuk penjara kasus pencurian dan jual obat-obatan tidak jera," ujar Iptu Darso.

Modus pelaku, ungkap Iptu Darso mengedarkan pil tidak kepingan. Tapi obat dicurai dalam bentuk butir dimuat dalam plastik klip isi 10 butir.

"Satu plastik klip isi 10 butir dijual pelaku seharga Rp 100 ribu hingga Rp 130 ribu," jelas Iptu Darso.

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Ketiga, Sabtu 19 Mei 2018, 3 Ramadhan 1439 H di 34 Provinsi di Indonesia

"Modal pelaku ini belinya Rp 80 ribu. Dijual ke peminat Rp 100 ribu hingga Rp 130 ribu. Pelaku lainnya masih kami kembangkan. Barang bukti lainnya diduga disimpan di kebun sawit," terang Iptu Darso.

Kepala Desa Tajaupecah, Salam mengaku sangat mengapresiasi kinerja polisi dalam menegakkan hukum bagi para pengedar obat-obatan di desanya, Tajaupecah.

Salam berharap aparat penegak hukum tidak pilih kasih terhadap para pengedar atau peminat obat-obatan. Kedapatan sikat saja.

"Walaupun pelakunya mengaku dekat dengan aparat hukum, pokok tindak tegas saja. Jangan pilih kasih, justru dekat aparat itu harusnya memberi contoh tauladan yang baik bagi masyarakat," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help