Alokasi Dana Desa

Dana Desa Belum Cair, Sekdes Dibantu Istri Menutupi Kebutuhan Rumah Tangga

Abdurrahman, Sekdes Melayu Tengah, mengaku untuk menutupi kebutuhan rumah tangga terpaksa melakoni pekerjaan sebagai perajin cincin perak.

Dana Desa Belum Cair, Sekdes  Dibantu Istri Menutupi Kebutuhan Rumah Tangga
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Abdurrahman, Sekdes Melayu Tengah, mengaku untuk menutupi kebutuhan rumah tangga terpaksa melakoni pekerjaan sebagai perajin cincin perak.

Dia masih beruntung karena istrinya seorang guru masih bisa ikut menutupi kebutuhan rumah tangga.

Kata Abdurrahman, setelah pambakal mundur dan penjabat pambakal diisi Sekcam Achmad Fauzi, pengucuran ADD maupun DD sudah diusulkan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat dananya sudah bisa turun," ujarnya.

Baca: Alokasi Dana Desa Tersendat di Desa Melayu Tengah, Begini Nasib Para Aparat Desa

Baca: Saat Menemukan Dua Musafir Sedang Berpuasa dengan Kondisi Berbeda, Ini yang Dilakukan Nabi

Fauzi membenarkan Siltap yang termuat di dalam ADD belum cair, begitu pula dana desa (DD).

Menurut dia, keterlambatan pengucuran ADD maupun DD disebabkan pembakal terdahulu baru mengundurkan diri April tadi.

Sementara Fauzi mengaku baru pada 9 Mei menerima SK penunjukan penjabat pambakal.

"Jumat (11/5) lalu saya sudah usulkan pengucuran ADD ke Dinas PMD, selanjutnya Senin (14/5) dilanjutkan pengucuran DD," katanya.

Baca: Tak Ada Nama Ustadz Somad, Ini Alasan Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh

Fauzi mengaku sudah mengecek dimana pengucuran ADD sedang dalam proses di DPKAD Banjar.

Pihaknya berharap dana Siltap bisa cepat dikucurkan mengingat sudah lima bulan aparat desa Melayu Tengah tidak menerima gaji.

"Kasihan mereka lima bulan belum gajian. Berulang kali mereka menanyakan kapan dananya dikucurkan. Soalnya, dana itu yang diharap-harap," ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved