Berita HSU

Diskominfo HSU Sosialisasikan Anti Hoax ke Majelis Taklim, Ini Tujuannya

Diskominfo HSU berkomitmen untuk mengimbau kepada masyarakat dalam memerangi hoax atau berita bohong.

Diskominfo HSU Sosialisasikan Anti Hoax ke Majelis Taklim, Ini Tujuannya
ist
Jajaran Diskominfo HSU sosialisasi anti hoax ke majelis taklim dan pengajian di HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) HSU berkomitmen untuk mengimbau kepada masyarakat dalam memerangi hoax atau berita bohong.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan sosialisasi kebijakan pemerintah pusat daerah tentang kelompok informasi masyarakat dan penggunaan media sosial. Kali ini sosialisasi disampaikan kepada anggota majelis ta'lim Desa Panangkalaan Kecamatan Amuntai Utara, Sabtu (19/05/2018).

Plt Kepala Dinas Diskominfo H Haridi mengatakan mudahnya dalam mendapatkan informasi dari media sosial masyarakat perlu waspada dengan adanya berita bohong atau hoax. Perlu disaring dan dibuktikan kebenaran apakah informasi yang didapat merupakan sebuah fakta.

Baca: Jadwal Buka Puasa Sabtu 3 Ramadhan 1439 H /19 Mei 2018 di Jakarta, Bandung dan Kota Besar Indonesia

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Chelsea vs Manchester United di Final Piala FA

Masyarakat juga perlu berhati hati dalam menyebarkan informasi yang didapat, agar tidak menjadi bagian dari penyebar hoax. "Jika menyebar informasi bohong melalui internet juga bisa terjerat undang undang ITE," ujarnya.

Para orangtua juga perlu waspada dengan penggunaan telepon genggam para anak anak, tidak ada salahnya memeriksa apa saja isi dari telepon genggam anak anak terlebih yang masih anak anak atau remaja.

"Telepon genggam dan internet memiliki banyak manfaat namun juga bisa menimbulkan banyak mudhorot jika tidak digunakan dengan bijak, secara agama juga diatur yang akan dijelaskan oleh ustadz Nawawi Abdurrouf," ungkapnya.

Haridi menambahkan memberikan sosialisasi kepada anggota majelis ta'lim atau pengajian menjadi salahsatu media dalam memberikan sosiakisasi anti hoax.

Baca: Doa Berbuka Puasa Yang Dibaca Nabi Muhammad SAW Dalam Tulisan Arab dan Latin

Penceramah Ustadz Nawawi Abdurrouf mengatakan kegiatannini sangat tepat dilaksanakan saat bulan ramadhan. Agar kualitas berpuasa juga semakin baik karena menyebarkan berita bohong juga dapat mengurangi pahala puasa.

"Siapa yang menyebarkan kebajikan akan mendatangkan kebajikan pula, swbaliknya yang menyebarkan kebohongan akan mendapat kerugian," ujarnya.

Setiap informaai yang didapat perlu dilakukan klarifikasi kebenarannya atau tabayyun. Ustadz Nawawi menambahkan beberapa hal yang dapat mengurangi pahala puasa diantaranya adalah berbohong. Bagi yang suka berbohong sama dengan membangun jalan menuju neraka.

Yang selanjytnya adalah ghibah atau menggunjing orang lain yang perumpamaannya seperti memakan daging jenazah sesama muslim. Pengurang pahala puasa lainnya adalah bersumpah palsu, menyuap dan memandang sesuatu dengan nafsunya. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help