Ekonomi dan Bisnis

Dolar AS Masih Tinggi, Ini Saran Pengamat Ekonomi Banua

Walaupun sudah membaik dibanding beberapa waktu lalu, namun nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika

Dolar AS Masih Tinggi, Ini Saran Pengamat Ekonomi Banua
Sahrituah Siregar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walaupun sudah membaik dibanding beberapa waktu lalu, namun nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika masih belum bisa balikkan arah secara signifikan.

Dari data di laman website Bank Indonesia, nilai kurs transaksi tengah Rupiah terhadap Dollar Amerika masih di level Rp 14.107, Sabtu (19/5/2018).

Pengamat ekonomi banua Syahrituah Siregar pun imbau pengusaha lokal Kalimantan Selatan (Kalsel) agar sebisa mungkin antisipasi fenomena ini.

Baca: Kisah Datu Nuraya, Miliki Makam Sepanjang 60 Meter!

Baca: Saat Menemukan Dua Musafir Sedang Berpuasa dengan Kondisi Berbeda, Ini yang Dilakukan Nabi

Baca: Jadwal Latihan Bebas Free Practice 3-4 dan Kualifikasi MotoGP Prancis 2018 Sirkuit Le Mans Hari Ini

Baca: Klasemen & Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Pekan 9 Sabtu (19/5) : Persipura vs Madura United!

Dijelaskannya, secara teknis tidak bisa dipungkiri mata uang Negeri Paman Sam memang akan selalu dibutuhkan baik untuk transaksi riil maupun keuangan.

Khususnya pada bisnis ekspor impor baik barang atau jasa, banyak transaksi pembayaran menggunakan Dollar Amerika.

Nilai tukar yang perubahannya dipengaruhi faktor-faktor skala global tentu tidak dapat dengan mudahnya dirubah bahkan oleh pemerintah sekalipun.

Baca: Tak Ada Nama Ustadz Somad, Ini Alasan Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh

Karena itu Syahrituah yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Kalsel ini himbau pengusaha khususnya pengusaha impor untuk sebisanya batasi ketergantungannya dengan bahan baku impor.

"Kalau bisa dibatasi ya dibatasi dulu, karena impor di masa Dollar menguat tentu jadi cost tambahan. Apalagi produk yang dijual lokal dibayar dengan Rupiah," kata Syahrituah. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Pengamat Ekonomi Syahrituah Siregar

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved