Alokasi Dana Desa

Program Jamban Pribadi Mangkrak Tak Ada Dana untuk Bayar Upah

MEMASUKI Kantor Desa Melayu Tengah terlihat tumpukan pipa paralon, keramik, atap seng hingga kloset memenuhi sebagian besar

Program Jamban Pribadi Mangkrak Tak Ada Dana untuk Bayar Upah
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - MEMASUKI Kantor Desa Melayu Tengah terlihat tumpukan pipa paralon, keramik, atap seng hingga kloset memenuhi sebagian besar ruangan kantor desa yang lebih mirip gudang bangunan.

Bahan bangunan itu, merupakan bagian dari program pengembangan jamban pribadi yang akan dibangunkan untuk 60 warga.

Bahan bangunan itu dibeli dari dana desa tahun 2017.

Baca: Tak Ada Nama Ustadz Somad, Ini Alasan Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh

Achmad Fauzi, Penjabat Pambakal Melayu Tengah, mengakui, keberadaan bahan baku kloset, keramik dan lainnya itu dirasakan cukup mengganggu kerja mereka di kantor tersebut.

Program jamban pribadi sebenarnya direncanakan dilaksanakan tahun tadi.

Baca: Saat Menemukan Dua Musafir Sedang Berpuasa dengan Kondisi Berbeda, Ini yang Dilakukan Nabi

Namun, program itu belum bisa diralisasikan karena dananya baru dikucurkan akhir tahun tadi sehingga hanya bisa dibelikan bahan bakunya saja.

Sehingga program jamban pribadi belum bisa dilanjutkan karena biaya untuk upah yang diharapkan bersumber dari dana desa tahun 2018 belum turun.

Baca: Kisah Datu Nuraya, Miliki Makam Sepanjang 60 Meter!

Rencananya, desa membangunkan toilet pribadi sebanyak 60 unit yang terdiri dari septictank, kloset hingga biliknya.

"Makanya kita masih menunggu dana desa cair. Tinggal upahnya saja untuk pembangunan toilet pribadi tersebut," aku Fauzi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved