Alokasi Dana Desa

Ternyata Ini Penyebab Terlambatnya ADD di Desa Melayu Tengah

Terpisah, Gusti M Noor, Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Dinas PMD Banjar, berujar, terlambatnya pengucuran ADD

Ternyata Ini Penyebab Terlambatnya ADD di Desa Melayu Tengah
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Terpisah, Gusti M Noor, Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Dinas PMD Banjar, berujar, terlambatnya pengucuran ADD maupun ADD dipicu persoalan pambakal yang sebelumnya bermasalah hukum.

Sedangkan pambakal baru mundur April tadi yang kemudian baru ditunjuk penjabat pambakal.

“Setelah ada penjabat, barulah dananya bisa diproses,” jelas dia.

Baca: Alokasi Dana Desa Tersendat di Desa Melayu Tengah, Begini Nasib Para Aparat Desa

Baca: Tak Ada Nama Ustadz Somad, Ini Alasan Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh

Baca: Saat Menemukan Dua Musafir Sedang Berpuasa dengan Kondisi Berbeda, Ini yang Dilakukan Nabi

Disebutkan dia, pihaknya sudah memproses usulan pencairan ADD maupun DD ke DPKAD Banjar.

Lebih jauh kata M Noor, saat ini dari 277 desa sebanyak 266 desa sudah menerima pengucuran ADD maupun DD dan hanya tersisa Desa Melayu Tengah.

"Makanya ketika ada usulan masuk dari Desa Melayu Tengah khusus diproses sendiri di DPKAD. Saat ini, sedang menunggu penerbitan surat perintah pencairan dana (SP2D)," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved