Berita Kalteng

Diberi Pelatihan Sudah, Tapi Pemuda Palangkaraya 'Malas' Kerja ke Luar Negeri, Kendalanya?

Ini tentunya agar lulusan SLTA sederajat bahkan lulusan perguruan tinggi memiliki keahlian dalam bidang tertentu

Diberi Pelatihan Sudah, Tapi Pemuda Palangkaraya 'Malas' Kerja ke Luar Negeri, Kendalanya?
faturahman
Kadisnaker Kota Palangkaraya, Said Sulaeman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangkaraya, terus berupaya memberikan pelatihan kepada warganya melalui Balai Latihan Kerja setempat dalam setiap tahun kelulusan sekolah maupun perguruan tinggi.

Ini tentunya agar lulusan SLTA sederajat bahkan lulusan perguruan tinggi memiliki keahlian dalam bidang tertentu sehingga, ketika lulus siap pakai untuk dipekerjakan diperusahaan tertentu atau membuka lapangan kerja ketika kembali ke masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangkaraya, Said Sulaeman, Minggu (20/5/2018) mengatakan, pihaknya dalam setiap tahunnya terus memberikan pelatihan keahlian kepada warga atau kalanga anak muda yang masih menganggur.

Baca: Jawaban Kocak Ustaz Abdul Somad Ditanya Tak Masuk Daftar 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

Pelatihan tersebut dari masalah perbengkelan, manufaktur, menjahit, pertukangan, hingga pembuatan makanan atau tata boga semua diberikan pelatihan agar lulusan SLTA maupun perguruan tinggi memiliki keahlian dan siap pakai untuk bekerja.

Baca: Jadwal (Live TV) Piala Thomas dan Uber Cup 2018 Mulai Minggu 20 Mei 2018 - Indonesia vs Kanada

Adanya balai latihan kerja tersebut juga sebagai upaya dalam mengurangi angka pengangguran yang ada di Palangkaraya dan Kalimantan Tengah, karena dengan bekal pelatihan tersebut, lulusan SMA atau perguruan tinggi punya keahlian dan siap kerja atau membuka usaha sendiri.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans7 MotoGP Prancis 2018 di Sirkuit Le Mans Hari Ini Minggu (20/5)

Bahkan, permintaan tenaga kerja dari luar negeri untuk tenaga kerja manufaktur sangat banyak, namun belum ada warga Palangkaraya yang berminat kerja diluar negeri salah satunya, karena lemahnya pengusaan bahasa asing.

"Sebenarnya ada saja warga kita yang ingin bekerja di luar negeri seperti ke Korea dan Kuwait yang mencari ahli pengelasan dan mesin bubut , tetapi tenaga kerja kita tidak bisa bahasa asing, sehingga tidak mau bekerja di luar negeri," ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved