Berita Tanahbumbu

Hujan Deras Guyur Tanahbumbu, Jalan Nasional di Sekapuk Satui Terendam, Pengendara Takut Melintas

Hujan deras di beberapa wilayah Kabupaten Tanahbumbu beberapa hari ini membuat Jalan Nasional di Sekapuk Kecamatan Satui, terendam banjir.

Hujan Deras Guyur Tanahbumbu, Jalan Nasional di Sekapuk Satui Terendam, Pengendara Takut Melintas
istimewa
Sejak kemarin, Kecamatan Satui diguyur hujan lebat hingga malam. Akibatnya pada Minggu (20/5/18) pagi, jalan Nasional itu terendam air hingga kurang lebih satu meter.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Hujan deras di beberapa wilayah Kabupaten Tanahbumbu beberapa hari ini membuat Jalan Nasional di Sekapuk Kecamatan Satui, terendam banjir.

Sejak kemarin, Kecamatan Satui diguyur hujan lebat hingga malam.
Akibatnya pada Minggu (20/5/18) pagi, jalan Nasional itu terendam air hingga kurang lebih satu meter.

Hal ini diungkap satu pengendara asal Desa Sinar Bulan yang berangkat ke sungai Loban.

Baca: Makin Panas, Ayu Ting Ting dan Nagita Slavina Saling Sindir? Ayu Klaim Nomor Dua Tapi Juara

Saat melintasi jalan tersebut, kendaraan sudah sulit untuk melintas terutama di kawasan Al Kautsar Desa Sekapuk yang berbatasan dengan Kecamatan Angsana.

"Jalannya terendam air, arus juga deras sehingga berbehaya bagi pengendara," kata Irfani warga Sinar Bulan Satui ini.

Sekitar pukul 10.00 wita, sebagian akses jalan sudah berangsur turun.

Baca: Ani Yudhoyono Menangis Pilu Ketika Tahu Adara Taista Meninggal, Ini Curhatan Mengharukannya

Pantauannya, intensitas debet airnya berkurang sekitar 30 cm di atas permukaan jalan, sementara hujan masih terus turun.

"Sudah berkurang meski sebagian halaman rumah penduduk ada yang terendam air di kawasan tersebut. Air begitu deras mengalir menyebrangi jalan raya jadi agak berbahaya juga," kata pria yang bekerja di Kantor Kecamatan Sungai Loban.

Menurutnya, peristiwa ini lantaran berada di daerah pertambangan batu bara, bahkan yang dulunya Hutan Tanaman Industri HTI, sejak tahun 1990 berubah menjadi Perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan.

"Sudah banyak perusahaan sawit dan pertambangan yang masuk di wilayah tersebut. Ini adalah satu dampaknya," katanya,

Baca: Wuih Nafa Urbach Cari Anggota Densus 88 untuk Dipacari, Saya Daftar Brimob Besok

Sementara Camat Satui, Ferdi Yosfy, mengatakan sejak kemarin curah hujan cukup tinggi.

Akibatnya, jalan nasional ini menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Satui.

"Tapi sekitar 09.30 wita sudah mulai surut. Selain itu, dikawasan Serindai masuk wilayah Kintap juga banjir di jalan Nasional itu," katanya.

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved