Ramadhan Zaman Now

Jika Sudah Suci Haid Tapi Belum Mandi Wajib, Sah Apa Nggak Ya Puasa Ramadhannya?

Jika kaum pria yang sehat jasmani rohani wajib hukumnya berpuasa Ramadhan selama sebulan penuh, tidak dengan perempuan.

Jika Sudah Suci Haid Tapi Belum Mandi Wajib, Sah Apa Nggak Ya Puasa Ramadhannya?
yuniku.mx
Ilustrasi perempuan menstruasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sesuai kodratnya, seorang perempuan mengalami menstruasi.

Siklus tubuh pada kaum hawa ini tentu juga memengaruhi saat berpuasa.

Jika kaum pria yang sehat jasmani rohani wajib hukumnya berpuasa Ramadhan selama sebulan penuh, tidak dengan perempuan.

Karena siklus haid inilah mereka tidak diwajibkan berpuasa saat datangnya tamu bulanan ini dan Islam mengajarkan untuk mengqada (menggantinya di hari lain).

Baca: Jawaban Kocak Ustaz Abdul Somad Ditanya Tak Masuk Daftar 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

Lantas, bagaimana jika ada yang sampai malam masih mengalami haid, tapi saat menjelang subuh, ketika waktu sahur mendapati sudah suci namun belum mandi sampai masuk waktu Subuh, apakah boleh berpuasa?

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid berkata, jika saja ada wanita yang yakin suci dari haid dan sudah berniat puasa sebelum subuh, walaupun tinggal semenit lagi akan masuk subuh, puasanya tetap sah walau ia belum sempat mandi besar (mandi wajib) kecuali setelah masuk subuh ketika ingin melaksanakan salat subuh.

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Prancis 2018, Johann Zarco Lewati Marquez, Valentino Rossi Terseok-seok

Namun kalau sucinya masih dalam keadaan ragu-ragu lalu berniat puasa, maka puasanya tidak sah karena puasa harus dengan niat yang yakin, tidak boleh ada ragu-ragu.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang berpuasa dalam keadaan ragu-ragu sudah suci ataukah belum dari haidh.

Baca: Semua Siksaan Dialami Bocah Cantik Ini, Akhirnya Ia Tewas dengan Setumpuk Mimpi Indah di Diarynya

Bagaimana jika di pagi hari ia mendapati dirinya suci, apakah puasanya dianggap sah padahal sebelumnya tidak yakin sudah suci?

Syaikh rahimahullah menjawab, “Puasanya tidak dianggap. Puasa ketika itu wajib diqadha’ (diganti). Karena asalnya haidnya masih ada dan ketika itu masuk puasa dalam keadaan tidak yakin sudah suci. Padahal untuk masuk puasa harus dalam keadaan yakin suci. Itulah yang menyebabkan puasanya tidak dianggap.” (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 19: 107)

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved