Ekonomi dan Bisnis

Menyumbangkan 5.440 Triliun Untuk Negara, UKM Jangan Hanya Dijadikan Riset

Sesuai informasi dari berbagai sumber, jumlah UKM di Indonesia tahun 2013 sebesar 57 juta, dengan rincian Mikro 57.189.893

Menyumbangkan 5.440 Triliun Untuk Negara, UKM Jangan Hanya Dijadikan Riset
hasby
Kegiatan lembaga pelatihan di Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Forum UKM Digital Kreatif Indonesia atau FUDiKI adalah sebuah wadah yang dibentuk oleh beberapa leader community UKM Mikro dan Kecil dan beberapa pengamat UKM yang peduli dan ingin membangkitkan para UKM di Indonesia agar bisa menguasai pasar Global.

Menurut Ketua Umun FUDiKI, Tjahjo Ruruh Djatmiko mengatakan, FUDiKI berdiri sejak 10 Oktober 2017. Sesuai informasi dari berbagai sumber, jumlah UKM di Indonesia tahun 2013 sebesar 57 juta, dengan rincian Mikro 57.189.893, Kecil 654.222, Menengah 52.106, dan Besar 5.066.

UMKM mampu menyumbangkan 5.440 triliun rupiah atas dasar harga berlaku terhadap PDB Nasional, dengan prosentase Mikro 42,4 persen, Kecil 14,5 persen, menengah 12,8 persen dan besar 30,3 persen dengan menyerap tenaga kerja 114,14 Juta orang, menarik 1.655,2 triliun rupiah investasi.

Baca: Jawaban Kocak Ustaz Abdul Somad Ditanya Tak Masuk Daftar 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

Para pelaku Usaha Mikro dan kecil telah membuktikan bahwa mereka menjadi kekuatan ekonomi fundamental Indonesia, ini tercermin pada pembuktian bahwa di saat krisis ekonomi global (Krisis Moneter I) melanda Indonesia tahun 1997 beberapa perusahaan besar di Indonesia gulung tikar, hal yang sama tidak terjadi pada segmen UMKM yang tetap bertahan dan tetap dapat menjalankan roda usahanya seperti biasa.

Baca: Jadwal & Live Streaming Thomas Cup 2018 Hari Ini : Indonesia vs Kanada, Tanpa Marcus/Kevin

Melihat sumbangannya yang sangat besar terhadap perekonomian nasional maka UMKM sudah seharusnya mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, swasta dan BUMN untuk dapat membantu meningkatkan daya saing UMKM ini hingga tingkat international. Sekaligus memenangkan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di tahun 2025.

“Karena perannya tersebut maka mestinya pelaku usaha mikro ini ditingkatkan pengetahuan bisnisnya secara komprehensif dan diberikan insentif dalam proses produksinya,” katanya.

Bukan hanya dijadikan sebagai object komoditi image, riset, atau dipandang sebagai pasar yang konsumtif, tetapi seharusnya pelaku usaha mikro harus dilihat sebagai Subject menjaga ketahanan ekonomi nasional.

FUDiKI terlahir dengan visi untuk membentuk masyarakat usaha mikro dan kecil digital yang berkarakter, berdikari, berdaulat dan berkualitas sehingga terwujud UKM Digital Indonesia yang Kreatif untuk Memenangkan MEA dan pasar global.

Kini FUDiKI mulai menampakkan program kerjanya di berbagai daerah, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dengan menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi UMKM Angkatan I di Kota Banjarbaru dengan menggandeng kerjasama dengan LKP Primasada yang memfasilitasi tempat pelatihan dan narasumber.

Materi pertama tentang Pengetahuan Standarisasi Mutu dan Penguasaan Aplikasi Komputer Perkantoran.

“Seluruh peserta sangat antusias dan bangga bisa belajar komputer dari dasar dan umur tidak menghalangi mereka untuk belajar,” ujar Sudirwo, Ketua II FUDiKI Pusat sekaligus Ketua Korwil Kalimantan.

Kegiatan pelatihan ini sendiri akan diselenggarakan setiap hari Sabtu pukul 10.00-12.00 Wita di LKP Primasada, Jalan Panglima Batur Barat Ruko Hijau No. 8 Kota Banjarbaru. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved