Berita Kalteng

Pengangguran Terbuka Lulusan SLTA Mendominasi di Kalteng

Lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tercatat mendominasi angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan

Pengangguran Terbuka Lulusan SLTA Mendominasi di Kalteng
tribunkalteng.co/fathurahman
Disnaker Kota Palangkaraya, menjalin kerjasama dengan Universitas Palangkaraya dalam pemberian pelatihan keterampilan untuk mahasiswa menjelang wisuda 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) tercatat mendominasi angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Februari 2018.

Tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Tengah tahun 2018 berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencapai 3,18 persen, dan yang mendominasi ternyata adalah jenjang pendidikan SLTA.

Kabid Nerwilis BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami dan Kabid Statistik Sosial, BPS Kalteng, Syafi'i Nur dalam ekspos masalah tesebut, mengungkapkan, hingga saat ini, angka pengangguran terbuka masih di dominasi lulusan SLTA.

Baca: Wuih Nafa Urbach Cari Anggota Densus 88 untul Dipacari, Saya Daftar Brimob Besok

Diungkapkan, Syafi'i Nur, yang selama ini melakukan penelitian tentang pengangguran di Kalteng, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2018 sebesar 3,18 persen, naik sebesar 0,05 persen poin dibanding Februari 2017.

Upaya pemerintah untuk mengambil kebijakan dengan membuka lapangan kerja belum bisa menekan tingkat pengangguran tersebut.

"Ini ditunjukkan oleh TPT bergerak yang naik dari 3,13 persen Bulan Februari tahun 2017 menjadi 3,18 persen pada Bulnan Februari 2018,"ujarnya.

Baca: Lahan di Taman Kamboja Belum Punya Nama, Mau Kasih Nama? Layangkan Saran ke Sini!

Baca: Ribut Soal Abdul Somad Tak Masuk Daftar 200 Mubalig Kemenag, Ustaz Fahmi Malah Ingin Out dari Daftar

Diungkapkan, TPT untuk SLTA paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yakni mencapai 6,41 persen.

TPT berikutnya, terdapat pada Diploma/Universitas 3,86 persen, dengan kata lain, penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan SLTA dan Diploma/Universitas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Palangkaraya, Said Sulaeman, Minggu (20/5/2018) mengatakan, pihaknya telah berusaha memberikan pelatihan keterampilan bagi lulusan SLTA hingga perguruan tinggi agar bisa memanfaatkan keterampilan yang dikuasai agar bisa membuka lapangan kerja atau bekerja di perusahaan tertentu.

"Kami rekrut puluhan orang setiap tahun untuk diberikan pelatihan,"ujarnya.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help