20 Tahun Reformasi

20 Tahun Reformasi 21 Mei 1998 - 21 Mei 2018, Ini Pidato Terakhir Soeharto Sebelum Lengser ke Prabon

20 Reformasi 21 Mei 1998 - 21 Mei 2018, Ini Pidato Terakhir Presiden Soeharto Sebelum Lengser ke Prabon

20 Tahun Reformasi 21 Mei 1998 - 21 Mei 2018, Ini Pidato Terakhir Soeharto Sebelum Lengser ke Prabon
via commons.wikimedia.org
Presiden Soeharto saat mengumumkan mundur dari jabatannya di Istana Merdeka, pada 21 Mei 1998. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanggal 21 Mei 2018 menjadi tanggal bersejarah bangsa Indonesia karena merupakan peringatan reformasi yang tahun ini sudah berusia 20 tahun (21 Mei 1998 - 21 Mei 2018).

Reformasi 1998 adalah peristiwa bergantinya kekuasaan Orde Baru selama lebih 30 tahun di bawah pimpinan Presiden Soeharto dan berlanjut dengam Orde Reformasi hingga sekarang.

Proses reformasi ditandai dengan pendudukan gedung parlemen oleh mahasiswa da aktivis dan berakhir dengan pidato pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Pidato Presiden Soeharto itu menjadi sangat fenomenal dan bersejarah karena menjadi tonggak perubahan kekuasaan Indonesia yang dikuasai Orde Baru 30 tahunan.

Baca: 20 Tahun Reformasi 21 Mei 1998 - 21 Mei 2018, Kronologi Jatuhnya Kekuasaan Smiling General

Baca: Makin Panas, Ayu Ting Ting dan Nagita Slavina Saling Sindir? Ayu Klaim Nomor Dua Tapi Juara

Seperti dikutip Banjarmasinpost. co.id dari kompas.com edisi Kamis 21 Mei 2016, Pada Kamis, 21 Mei 1998 sekitar pukul 09.00, Soeharto sudah mengenakan safari warna gelap dan berpeci. Dengan langkah tenang, dia meninggalkan Ruang Jepara yang ada di Istana Negara menuju Ruang Credentials.

Dia kemudian berdiri di depan mikrofon. Dengan nada suara yang datar, tanpa emosi. Presiden tua itu mengucapkan:

Assalamual’aikum warahmatullahi wabarakatuh

Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca: Aktivis 98 Protes Amien Rais Ngaku Dirinya Bapak Reformasi: Sejarah Harus Diluruskan!

Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut, dan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut perlu dilaksanakan secara tertib, damai dan konstitusional demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa serta kelangsungan pembangunan nasional, saya telah menyatakan rencana pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII.

Namun demikian, kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan komite tersebut.

Halaman
12
Penulis: Royan Naimi
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved