Ramadhan Zaman Now

Bersahurlah dengan Sajian Hasil Olahan yang Baru

Saat Ramadhan biasanya para ibu yang sibuk menyiapkan makanan, cenderung berpikir untuk menyiapkan makanan yang praktis

Bersahurlah dengan Sajian Hasil Olahan yang Baru
banjarmasinpost.co.id/salmah
Tomy Viprianto SST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat Ramadhan biasanya para ibu yang sibuk menyiapkan makanan, cenderung berpikir untuk menyiapkan makanan yang praktis, baik dalam pengolahan maupun dalam waktu mengolahnya terutama untuk makan sahur.

Sehingga biasanya membuat makanan dari produk-produk instan, cepat saji antara lain mi instan, makanan kalengan berupa sarden, kornet, atau yang diawetkan macam ikan asin, telur asin, dendeng, abon.

Menurut Tomy Viprianto SST, Ahli Gizi RSUD Ulin Banjarmasin, sebenarnya pada saat bersahur dianjurkan untuk makan makanan dalam bentuk yang segar.

Baca: Link Live Streaming Uber Cup 2018 : Berikut Skuat Tim Putri Indonesia vs Malaysia Siang Ini

Baca: Jadwal Buka Puasa Senin 21 Mei 2018 / 5 Ramadhan 1439 H di Jakarta, Surabaya & 30 Kota Besar

Baca: Gunung Merapi Meletus Lagi, Muncul Gas Setinggi 1.200 Meter, Berbahaya kah?

"Makanan segar itu hasil olahan yang baru dimasak sehingga mendapatkan gizi yang optimal dengan prinsip gizi seimbang," terangnya.

Bersahur dengan mi instan tidak membuat tubuh punya tenaga yang cukup dalam beraktivitas selama berpuasa karena memberikan rasa kenyang yang sementara.

"Sedangkan makanan kaleng mengandung pengawet dan memiliki nilai gizi rendah dibanding makanan segar," jelas Tomy.

Baca: Amien Rais Minta Kemenag Segera Cabut Daftar 200 Mubaligh: Itu Penghinaan kepada Mubaligh

Baca: Nasib Jet Li di Masa Tua Hanya Terbaring di Kursi Roda?

Makanan instan, kalengan, berpengawet biasanya juga memiliki kandungan garam yang tinggi, termasuk MSG (Monosodium Glutamate) yang akan menyebabkan dehidrasi karena asupan garam yang berlebihan sifatnya akan mengikat cairan di dalam tubuh.

"Sehingga kita akan merasa kehausan saat berpuasa," ujar Tomy.

Selain itu kandungan garam yang tinggi juga bisa menyebabkan terjadinya kenaikan tekanan darah, sehingga bagi penderita hipertensi atau yg memiliki riwayat tekanan darah tinggi dianjurkan untuk menghindari makanan seperti ini pada saat sahur ataupun berbuka.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved