Kriminalitas Tanahlaut

Dua Pengawas Panen Sawit Saksi Temuan Mayat Mr X

Jasad mayat tak berpakaian yang ditemukan di areal perkebunan sawit milik PT Sentosa Sukses Utama (SSU), Desa Asamasam

Dua Pengawas Panen Sawit Saksi Temuan Mayat Mr X
ISTIMEWA
Proses evakuasi jasad Mr X saat dimasukkan dalam kantong mayat Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tanahlaut, Senin (21/5/2018).

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jasad mayat tak berpakaian yang ditemukan di areal perkebunan sawit milik PT Sentosa Sukses Utama (SSU), Desa Asamasam, Kecamatan Jorong dinyatakan Mr X.

Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tanahlaut dipimpin Bripka Mulyadi sudah mengevakuasi jasad lelaki malang itu ke kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (21/5/2018).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, jasad itu dibawa ke Kota Banjarmasin untuk dilakukan otopsi dan pengambilan DNA.

Hingga kini identitas mayat itu masih dinyatakan Mr X karena tak ada satupun keluarga atau warga di Kecamatan Jorong yang mengakui. Jasad itu diduga korban pembunuhan karena terdapat luka bekas benda tajam.

Baca: Bahaya Makan Makanan Berlemak Saat Berbuka Puasa Ramadhan

Pantauan di Mapolsek Jorong, Saleh, karyawan PT SSU dan temannya, Hermansyah berada di Mapolsek Jorong untuk memberikan keterangan sebagai saksi peristiwa penemuan jasad korban.

Hermansyah, pekerja PT SSU bersama Saleh, pagi itu melakukan patroli pengawasan panen buah kelapa sawit. Saleh kaget saat melintas di lokasi bekas tumpukan panen buah sawit melihat sesuatu seperti jasad manusia.

Awalnya, temuan jasad itu dikira binatang kera jenis Bakantan yang mati karena kerap berada di areal perkebunan kelapa sawit PT SSU.

Melalui radio komunikasi satu arah Handy talky, Saleh menghubungi rekannya Hermansyah, sesama pengawas panen sawit.

"Saya melihat kuku di jasad itu yang meyakinkan saya kalau jasas itu bukan binatang Bakatan. Saya menghubungi Danru Security yang meneruskan kepada Polsek Jorong," katanya.

Hermansyah mengaku lokasi temuan mayat itu awalnya adalah tempat tumpukan buah hasil panen yang dipetik Sabtu.

"Sabtu itu tidak ada mayat itu. Minggu itu di lokasi itu memang dilanda banjir karena hujan deras sejak Sabtu malam hingga Minggu siang, sekitar pukul 11.00 Wita baru panas," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved