Penyebab Kecelakaan Tragis Truk Gula Tewaskan 12 Orang Terungkap, Bukan karena Rem Tapi Ini

Hasil olah tempat terjadinya kecelakaan maut truk di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Senin (21/5/2018), menunjukkan

Penyebab Kecelakaan Tragis Truk Gula Tewaskan 12 Orang Terungkap, Bukan karena Rem Tapi Ini
via KOMPAS.com
Truk pengangkut gula yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak enam rumah, satu kios buah, 19 sepeda motor, dua mobil sehingga mengakibatkan 11 orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka. ANTARA FOTO/Zaenal/ol/kye/18(ANTARA FOTO/Zaenal) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BREBES - Hasil olah tempat terjadinya kecelakaan maut truk di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Senin (21/5/2018), menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya kecelakaan bukanlah rem truk yang blong.

Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Bakharuddin mengatakan, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) menduga, truk hilang kendali hingga terjadi kecelakaan karena kelebihan beban.

Bakharuddin mengatakan, truk tersebut membawa muatan 600 karung gula pasir dari Cilacap ke Semarang dengan beban total 38,8 ton.

Baca: Link Live Streaming Uber Cup 2018 : Berikut Skuat Tim Putri Indonesia vs Malaysia Siang Ini

Baca: Niat Sholat Tarawih dan Witir, Baik Berjemaah, Sendirian untuk Imam Maupun Makmum Ramadhan 2018

Baca: Viral Naik Angkot dan Lesu, Pak Tarno Dikabarkan Hidup Susah, Tapi Unggahan Ini Bikin Netter Senang

Baca: Heboh, Gibran Rakabuming Datang ke Acara Mata Najwa Konvoi Naik Motor Ini

Padahal, lanjut dia, beban yang diizinkan untuk truk tersebut tidak lebih dari 20,75 ton.

Artinya, muatan truk berlebih sekitar 18,8 ton atau 87 persen.

“Hasil identifikasi tim ahli, rem berfungsi baik. Yang menyebabkan kendaraan tidak bisa dikendalikan yakni karena kelebihan beban. Di sisi lain jalan menurun, pengemudi sudah berusaha menggunakan rem tangan, tapi tetap tidak bisa mengurangi kecepatan,” katanya.

Bakharuddin menuturkan, tragedi kecelakaan beruntun itu bermula saat truk turun dari flyover Kretek, sekitar 300 meter dari persimpangan menuju jalan lingkar.

Dari titik itu, lanjut dia, pengemudi sudah tidak bisa mengendalikan truk.
Bahkan upaya sopir untuk menggunakan rem tangan dan menurunkan gear truk juga tidak banyak berpengaruh.

“Truk tetap melaju tak terkendali dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam hingga sampai terguling di TKP, posisi gear kendaraan dalam keadaan netral,” ujarnya.

Faktor lain yang membuat kecelakaan tersebut memakan begitu banyak korban jiwa, lanjut Bakharuddin, adalah karena pengemudi membawa truk menuju perkotaan dan tidak mengambil rute jalan lingkar.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help