Berita Hulu Sungai Tengah

Sampah Medis Dikelola di TPA Telang, Pasca Pemindahan Incinerator

Pemrosesan Akhir (TPA) sampah, di Desa Telang Kecamatan Batangalai Utara, Hulu Sungai Tengah, limbah medis

Sampah Medis Dikelola di TPA Telang, Pasca Pemindahan Incinerator
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Petugas operasional incinerator sedang membakar sampah medis di TPA Desa Telang, Kecamatan Batangalai Utara, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Menyusul selesainya pembangunan sampah medis terpadu di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah, di Desa Telang Kecamatan Batangalai Utara, Hulu Sungai Tengah, limbah medis rumah sakit Damanhuri Barabai, kini dikelola di TPA tersebut.

Termasuk limbah dari seluruh puskesmas di HST.

Plt Kepala DInas Perhubungan dan Lingkungan Hidup HST, Muhammad Yani, kepada Banjarmasinpost.co.id, menjelaskan, alat pengolah sampah medis, yaitu incinerator yang ada di rumah sakit, sudah dipindahkan ke TPA, sejak Januari lalu.

“Jadi akhir Januari sebenarnya sudah operasional di TPA, sehingga seluruh sampah medis langsung dibakar di sini,” jelasnya.

Baca: Besok Digelar UMPTKIN 2018, Ini Daftar Kuota Masing-masing Kampus Perguruan Tinggi Islam

Baca: Niat Sholat Tarawih dan Witir, Baik Berjemaah, Sendirian untuk Imam Maupun Makmum Ramadhan 2018

Sebelumnya, alat incinerator yang ditempatkan di sekitar rumah sakit dikeluhakan tak hanya di kalangan rumah sakit.

Tapi juga di kalangan penghuni rumah tahanan, yang jaraknya hanya ratusan meter karena asap yang dihasilkan dari cerobongnya terhirup sampai ke rumah tahanan tersebut.

Meski kini telah dikelola di TPA, menurut Yani, pihaknya masih memerlukan izin Kementerian Kesehatan dan Lingkungan Hidup.

Baca: Daftar Skuat Timnas Portugal di Piala Dunia 2018 Rusia - Tanpa Separo Pahlawan Piala Eropa 2016

“Izin diperlukan, agar kita bisa mengelola sampah medis sesuai prosedur,” katanya.

Bagaimana dengan klinik-klinik swasta dalam mengelola sampah medisnya? Yani menyebutkan, sebagian pengelola melakukan pengumpulan, kemudian dititipkan untuk dibakar di incinerator.

“Sejauh ini memang belum ada kerjasama untuk mengelola sampah medis klinik swasta. Nanti jika sudah mendapat izin kementerian, kita bisa lakukan kerjasama tersebut,” katanya.

Meski demikian, Dinas LH sendiri telah menyediakan bak sampah, khusus berdasarkan jenisnya, termasuk untuk sampah berbahaya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved