Berita Hulu Sungai Tengah

Tak Miliki Jembatan Timbang, Satlantas Sulit Menindak Angkutan Semen Conch

Kasatlantas Polres HST AKP Abdul Rohim mengatakan, pihaknya siap saja menindak angkutan semen Conch yang melanggar aturan,

Tak Miliki Jembatan Timbang, Satlantas Sulit Menindak Angkutan Semen Conch
BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Salah satu jalur di Jalan Lingkar yang kondisinya rusak parah sejak dilewati angkutan berat semen Conch. Foto dirilis Senin (20/5/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasatlantas Polres HST AKP Abdul Rohim mengatakan, pihaknya siap saja menindak angkutan semen Conch yang melanggar aturan, seperti kelebihan tonase.

Namun, pihaknya kesulitan, karena masalahnya daerah tidak memiliki jembatan timbang.

“Karena tidak ada jembatan itu, kita kesulitan karena tidak ada bukti melebihi timbangan. Sedangkan untuk menurunkan barang satu persatu juga tidak memungkinkan,” kata Kasatlantas, saat dikonfirmasi terkait hasil rapat dengar pendapat DPRD, Pemkab HST, Tokoh MAsyarakat dan LSM, Senin (21/5/2018) di Gedung DPRD HST.

Rokhim menegaskan, sebenarnya tak ada kendala dalam hal mensupport kebijakan daerah tersebut.

Baca: Link Live Streaming Uber Cup 2018 : Berikut Skuat Tim Putri Indonesia vs Malaysia Siang Ini

Baca: Waah Raffi Ahmad Tak Berani Posting Foto Bersama Nagita Slavina dan Rafathar karena Ayu Ting Ting?

Bagaimana dengan pelanggaran terkait dimensi angkutan jika truk dengan panjang lebih sembilan meter ngotot masuk jalan kabupaten?

“Kepolisian bekerja sesuai aturan saja,” katanya singkat.

Mengenai jembatan timbang tersebut, Kepala Dinas Perhubugan dan LH HST Muhammad Yani mengatakan, saat ini baru ada satu di Banjarbaru.

“Kami usulkan satu lagi di Kabupaten Tabalong, agar sebelum lolos ke jalan kabupaten lain di Banua Anam, angkutan semen terlebih dahulu ditimbang di kabupaten asal perusahaan semen tersebut," katanya.

Selama ini, para pemilik angkutan ngotot minta Pemkab HST membuka jalan untuk mereka, tanpa membatasi hanya truk dua sumbu yang boleh lewat.

Bahkan, diakui Yani, demi keamanan petugas, pihaknya terpaksa memindah titik pos pantau dari depan jalan Simpang Kapar-Walangsi ke depan Stadion Murakata MAndingin dengan jumlah personel terbatas, yaitu empat ONS DIshub dan tenaga kontrak.

Baca: Viral Naik Angkot dan Lesu, Pak Tarno Dikabarkan Hidup Susah, Tapi Unggahan Ini Bikin Netter Senang

Baca: Heboh, Gibran Rakabuming Datang ke Acara Mata Najwa Konvoi Naik Motor Ini

Adanya upaya penerobosan tersebut, juga diakui menimbukkan rawan pungli.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat HST, HM Fajeri berharap, ada tindakan tegas dari kepolisian, jika ada angkutan melebihi dimensi yang melanggar aturan, dengan merobos masuk.

“Begitu sulit menindak. Di Banjarmasin saja tak berani, apalagi di HST. Padahal NKRI punya aturan hukum,” kata Fajeri.

Mengenai angkutan batu bara yang juga melintas di HST, Abdul Rahman, anggota dewan HST menyatakan pihaknya secepatnya akan ke DIshub Kalsl untuk memastikan Perda Nomor 3 tahun 2012 sudah direvisi.

“Jika tidak, kita minta tindakan tegas,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help