Kriminalitas Kalteng

Kronologi Terungkapnya Mahasiswi Palangkaraya Bunuh Janin Hasil Hubungan dengan Remaja 16 Tahun

Kerumunan warga memadati salah satu rumah di Jalan Mendawai III Kelurahan Palangka Kecamatan Jekanraya Palangkaraya

Kronologi Terungkapnya Mahasiswi Palangkaraya Bunuh Janin Hasil Hubungan dengan Remaja 16 Tahun
BANJARMASINPOST.co.id/faturahman
Kapolres Palangkaraya,AKBP Timbul RK Siregar bersama anak buahnya saat melakukan pencarian janin yang di bunuh ibunya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kerumunan warga memadati salah satu rumah di Jalan Mendawai III Kelurahan Palangka Kecamatan Jekanraya Palangkaraya, Kalteng Selasa (22/5/2018) siang.

Rumah yang dihuni oleh Mai bersama orangtuanya, merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palangkaraya ini mendadak ramai, didatangi warga dan polisi yang ingin mencari barang bukti berupa janin bayi yang dibuang.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara setelah, di rumah itu, karena pada, Jumat (18/5/2018) malam polisi mendapat laporan dari warga ada dugaan pembunuhan janin bayi yang dikandung seorang mahasiswi perguruan tinggi setempat diduga hasil hubungan terlarang dengan pacarnya, Ped, ABG berusia 16 tahun.

Baca: Waah Raffi Ahmad Tak Berani Posting Foto Bersama Nagita Slavina dan Rafathar karena Ayu Ting Ting?

Baca: Hore! Piala Thomas dan Uber 2018 Disiarkan Langsung TVRI, Catat Tanggal Mulai Siarannya

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan pasangan tersebut, karena Mai mengalami pendarahan, dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, maka polisi memintai keterangan di rumah sakit.

Sedangkan untuk pasangan lelaki, polisi membawa pelaku ke Mapolres untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan pembunuhan janin bayi seperti yang dilaporkan oleh nasyarakat.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, saat berada di TKP mengungkapkan, pihaknya bergerak ke TKP setelah adanya pembenaran dari pasangan tersebut yang mebgakui, mereka membunuh janin bayi berumur enam bulan , dalam kadungan tersebut.

"Kami turun dan melakukan olah TKP di lapangan, dan masih mencari janin bayi yang dikatakan di buang di septitank bawah rumah pelaku perempuan, tapi memang kondisinya susah untuk mendapatkannya, karena lokasi sudah di acak oleh seseorang dan kondisinya panas dan bebau, tapi akan kami cari terus," ujar Kapolres. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help