Berita Hulu Sungai Tengah

VIDEO : Persiapan Perang Meriam Karbit untuk Tradisi Batampur Warga Hulu Rasau HST Usai Lebaran

Masyarakat Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, punya tradisi tahunan, tiap lebaran hari kedua Idul Fitri.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Masyarakat Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, punya tradisi tahunan, tiap lebaran hari kedua Idul Fitri.

Tradisi tersebut adalah, batampur mariam karbit, yaitu membunyikan meriam yang terbuat dari batang pohon enau, atau aren, dengan cara disulut api berbahan bakar karbit.

Batampur mariam yang menghasilkan bunyi dentuman cukup keras tersebut, biasanya dilaksanakan di tanah lapang, yaitu di sawah.

Persiapan membuat meriam itupun mulai dilakukan warga di sejulah di desa di Kecamatan Pandawan.

Seperti terpantau banjarmasinpost.co.id, Selasa (22/5/2018), warga Desa Hulu Rasau terlihat gotong royong membuat lobang di tengah batang pohon aren, yang merupakan rangkaian membuat senjata meriam karbit.

“Ini sudah hari kelima kami membuat meriam. Proses membuatnya sampai selesai, memakan waktu dua minggu,”tutur Ancu, tetuha warga Hulu Rasau.

Ancu menjelaskan, pohon aren sepanjang 13 meter dengan diameter sekitar 50 centimeter tersebut dibikin menjadi meriam dengan kekuatan bunyi dentuman sekitar 10 kilometer.

Setelah diberi lobang dengan memapas bagian tengah batang, pohon yang dibelah menjadi dua bagian itu kemudian diikat rapat menggunkan tali khusus.

Satu batang pohon aren, dibeli warga dari dana swadaya dengan harga Rp 250 ribu.

Ancu menyebutkan, sebenarnya batampur menggunakan meriam karbit ini, bukanlah lomba.

Tapi hanya tradisi yang bersifat menghibur masyarakat dan meramaikan kampung halaman, dimana warga HST yang merantau biasanya mudik.(banjarmasinpost.co.id /Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved