Berita Tanahlaut

Mantan Juragan Kaya di Bentok Darat Tewas Akibat Gantung Diri di Pohon Durian

Sadiran ditemukan putranya dalam kondisi tak bernyawa dengan cara tergantung di pohon durian di perkebunan sayur

Mantan Juragan Kaya di Bentok Darat Tewas Akibat Gantung Diri di Pohon Durian
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Warga Dusun Alam Subur Desa Bentok Darat, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut geger melihat Sadiran tewas gantung diri, Rabu (23/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sadiran (68) warga Magetan, Jawa Timur, mengegerkan warga Dusun Alam Subur RT 3 Desa Bentok Darat, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (22/5/2018) sekitar pukul 13.30 Wita.

Itu karena Sadiran ditemukan putranya dalam kondisi tak bernyawa dengan cara tergantung di pohon durian di perkebunan sayur yang dikelola anaknya.

Identitasnya belum diubah hingga maut menjemput Sadiran dengan cara tragis, tewas dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon sebesar pulpen sepanjang tiga meter.

Sadiran diketahui merupakan juragan yang kaya memiliki rumah besar dan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, era 1990 an di Desa Bentok Darat.

Baca: Hasil Piala Thomas 2018 - Firman Pahlawan di Partai Pamungkas, Indonesia vs Korea Selatan 3-2

Ia meninggalkan Desa Bentok Darat sekitar awal tahun 2000 karena orangtunya di Jawa dikabarkan sakit keras. Harta bendanya dijual untuk ongkos tinggal di Magetan, Jawa Timur.

Setelah 2017 lalu, Sadiran kembali ke Desa Bentok Darat, menetap dan tinggal bersama keluarga anaknya di Dusun Alam Subur hingga nekad gantung diri.

Kepala Desa Bentok Darat, Anang Roni dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan bahwa Sadiran, sudah satu tahun ini berdomisili di Desa Bentok Darat.

"Surat pindah beliau belum diurus sehingga KTP elektroniknya masih produk Disdukcapil Magetan," katanya.

Baca: Jadwal MotoGP Italia 2018 : Pengakuan Valentino Rossi Terkait Kesulitannya Kalahkan Marc Marquez

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, dugaan bunuh diri itu terungkap dari penelusuran polisi, bahwa sebelum ditemukan anaknya tewas, Sadiran mencari tali nilon di tiga warung klontongan.

Warung pertama di dekat rumahnya, tidak ketemu, kemudian mencari di warung agak jauh juga tidak ketemu. Tali nilon yang didapatkan Sadiran setelah membeli di warung dekat Balai Desa Bentok Darat atau sekitar satu kilometer dari lokasi gantung diri.

Kapolsek Batibati, Iptu Matnor dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id di Mapolres Tanahlaut, membenarkan korban tewas akibat bunuh diri.

Dugaan Iptu Matnor, korban mengalami depresi karena dahulunya pernah kaya raya kini harus menumpang tidur dengan keluarha anaknya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help