Berita Banjarmasin

Pengusaha Keberatan, Sewa SPBU Teluk Dalam Dipatok Rp300 Juta Per Tahun, Ini Harga Sebelumnya

"Iya pengusaha SPBU menyatakan keberataan melalui surat terhadap hasil penilaian properti indenpenden"

Pengusaha Keberatan, Sewa SPBU Teluk Dalam Dipatok Rp300 Juta Per Tahun, Ini Harga Sebelumnya
edi nugroho
Statisiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Teluk Dalam, menyewa lahan Pemko Banjarmasin cuma Rp50 juta per tahun. Hasil jasa appraisal/penilai properti indenpenden, seharusnya sewanya Rp300 juta per tahun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengusaha SPBU di Teluk Dalam Jalan Jafri Zamzam secara resmi menyatakan keberatan hasil jasa appraisal atau penilai properti indenpenden yang menyatakan sewa lahan di SPBU sempat sebesar Rp300 juta per tahun.

"Iya pengusaha SPBU menyatakan keberataan melalui surat terhadap hasil penilaian properti indenpenden, lahan SBPU Teluk Dalam itu Rp300 juta per tahun. Selama ini, pengusaha SPBU hanya memberikan kontribusi Rp50 juta per tahun," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil, Rabu (23//5/18).

Menurut Subhan, belum lama ini hasil penilaian atau pienilai properti indenpenden SPBU Teluk Dalam secara resmi sudah disampaikan ke pengusaha SBPU setempat.

Baca: LAGI BERLANGSUNG Live Streaming Uber Cup 2018 Indonesia vs China via Live TVRI, Musuh Sebenarnya!

Pengusaha SPBU itu juga memberikan jawaban resmi ke pemko yang isinya menyatakan keberatan.

"Dari keberatan pengusaha SPBU kita bawa ke rapat tim yang terdiri dari bagian tata pemerintahan (tapem), asisten II bidang perekonomian, bagian aset Bakeuda serta bagian hukum," kata Subhan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) TV Liga 1 2018 Pekan 10 : Laga Klasik, Persib vs PSM!

Dijelaskan Subhan, jika hasil rapat tim memutuskan tegas terhadap hasil jasa appraisal/penilai properti indenpenden, maka pengusaha harus mengikuti. Jika masih keberatan, maka kita akan putuskan kontrak kerjasama dengan pengusaha SPBU tersebut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) TVRI Thomas & Uber Cup Rabu (23/5) : Tim Putri Indonesia vs China!

Lebih lanjut Subhan menyatakan hasil penilaian ulang sewa lahan ada dua, yakni dari perhitungan nilai jual objek pajak (NJOP) sebesar Rp150 juta dan hasil jasa appraisal/penilai properti indenpenden sebesar Rp300 juta per tahun.

"Untuk penilian dari jasa appraisal/penilai properti indenpenden itu benar-benar melihat kondisi dan harga sewa paling real di lapangan," katanya. (ogi)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved