Kriminalitas Tanahlaut

AKP Riswiadi Temukan Sebotol Alkohol Dijual Rp 65 Ribu

Jajaran Satuan Sabhara Polres Tanahlaut gencar melakukan operasi kewilayahan dalam kaitan menjaga situasi jelang Pilkada

AKP Riswiadi Temukan Sebotol Alkohol Dijual Rp 65 Ribu
Istimewa/Satsabhara Polres Tanahlaut
Seorang anggota Satsatbahara Polres Tanahlaut menemukan warung klontongan menjual bebas alkohol di Desa Batibati, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, belum lama ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Jajaran Satuan Sabhara Polres Tanahlaut gencar melakukan operasi kewilayahan dalam kaitan menjaga situasi jelang Pilkada serentak 2018 berjalan damai dan kondusif.

Mengantisipasi bahaya mabuk minuman oplosan, sejumlah warung dan toko kelontongan disasar, khususnya yang diduga menjual bebas alkohol ukuran botol kecil di Kecamatan Pelaihari hingga Kecamatan Batibati.

Dipimpin Kasat Sabhara Polres Tanahlaut, AKP Riswiadi tiga penjual alkohol sempat diamankan dan diminta membubuhkan pernyataan tidak menjual bebas alkohol kepada pembeli yang tak jelas penggunaannya.

Baca: LIVE STREAMING Perempat Final Thomas Cup 2018 Indonesia vs Malaysia - Link Live Streaming TVRI

Di Kecamatan Batibati, AKP Riswiadi menemukan pedagang alkohol menjual satu botol ukuran
300 mililiter seharga Rp 65 ribu diberi empat bungkus suplemen.

Sayangnya, AKP Riswiadi mengaku mengalami kendala menertibkan peredaran alkohol tersebut. Itu karena belum adanya aturan pembatasan bagi pembeli sehingga sangat rentan disalahgunakan untuk minuman memabukkan.

Baca: Komentar Susy Susanti Usai Tim Indonesia Tersingkir dari Piala Uber 2018

"Kami hanya meminta surat pernyataan dan tak bisa membawa atau menuntut ke Pengadilan Negeri Pelaihari karena alkohol termasuk barang yang dapat dijual bebas," katanya.

Menyikapi kondisi itu, AKP Riswiadi berkeinginan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut memberikan aturan tentang pembatasan bagi pedagang agar tidak menjual alkohol kepada pembeli yang diduga menyalahgunakan untuk perbuatan mabuk.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Junaidi menilai alkohol merupakan barang medis yang habis pakai dan bebas digunakan karena kegunaannya untuk antiseptik.

Diakui Junaidi jika alkohol itu disalahgunakan oknum yang membeli untuk minuman memabukkan. Cuma siapa yang membatasi itu bukan kewenangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut.

"BPOM yang berhak melakukan pengawas terhadap peredaran alkohol. Seharusnya yang menjual alkohol itu toko obat atau apotik. Cuma alkohol juga dijual bebas di warung biasa," katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut hanya berwenang memberikan rekomendasi bagi Dinas Perizinan Layanan Satu Pintu yang menerima permohonan membangun toko obat atau apotik. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help