Mengatur Berat Badan Tetap Stabil Caranya Hitung Kebutuhan Kalori

Banyak orang mengalami problem dengan pola makan saat puasa dan mengkhawatirkan terjadinya peningkatan berat badan (BB) dibandingkan sebelum puasa.

Mengatur Berat Badan Tetap Stabil Caranya Hitung Kebutuhan Kalori
Banjarmasinpost.co.id/Salmah
Wahyu Hardi Prasetiyo, SSTG, MPH, RD 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Banyak orang mengalami problem dengan pola makan saat puasa dan mengkhawatirkan terjadinya peningkatan berat badan (BB) dibandingkan sebelum puasa.

Wahyu Hardi Prasetiyo SSTG MPH-GK RD /Dietesien dari Klinik Spesialis Sari Mulia Banjarmasin, mengatakan, menghitung kebutuhan kalori sehari perlu data an tropometri, yaitu BB, tinggi badan, usia, aktivitas.

"Data itu sebagai dasar dilakukan perhitungan dalam penentukan kebutuhan kalori sehari yang dianjurkan untuk yang menjalankan program mempertahankan BB yang stabil dan sehat," jelasnya.

Lanjutnya, saat tidak puasa kebutuhan kalori yang dianjurkan 1 hari adalah dengan memperhatikan asupan pola makan yaitu 3 kali makan utama dan 2-3 kali makanan selingan.

Baca: 3 Link Live Streaming Perempatfinal Piala Uber 2018 Indonesia vs Thailand, Jadwal dan Susunan Pemain

Baca: Live Streaming TVRI Uber Cup 2018 Perempatfinal Indonesia vs Thailand Jam 14.00, Ini Keyakinan Susi

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Ini, Kamis 24 Mei 2018 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya

Baca: Lucinta Luna Kena Batunya, Warga Manokwari Tolak Maafnya, Ucap Kata yang Artinya Kelamin Pria

Pada bulan puasa program diit tetap saja, hanya saja terjadi perubahan pola makan yaitu makan sahur dan makan berbuka.

Pembagian ini dapat dibagi makan berbuka, makanan selingan dan setelah shalat Maghrib makan utama, habis tarawih makan utama atau selingan. Sedangan makan sahur adalah makan utama sahur, makan selingan.

Penting adalah pola makan mengandung gizi seimbang, makanan yang dikonsumsi mempunyai fungsi sumber tenaga, sumber pembangun, sumber pengatur dan aman serta higienis.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help