Berita HSU

Pegawai Pemkab HSU Lebih Disiplin dengan Absensi Online, Dua Bulan Diterapkan Kehadiran Meningkat

Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sejak April telah memberlakukan absensi online denan sidik jari.

Pegawai Pemkab HSU Lebih Disiplin dengan Absensi Online, Dua Bulan Diterapkan Kehadiran Meningkat
Humas Pemkab HSU
Apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke 110 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diikuti oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), pelajar dan kelompok masyarakat di halaman Kantor Bupati HSU, Senin (21/05/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sejak April telah memberlakukan absensi online denan sidik jari, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dan tenaga honorer.

Setelah dua bulan berjalan sangat terlihat perbedaan kehadiran dari para pegawai, jumlah kehadiran meningkat dibanding sebelum adanya sidik jari. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) HSU H M Taufik, saat ini jumlah kehadiran pegawai meningkat.

"Penerapannya sudah 100 persen bahkan hingga di Kecamatan Paminggir, yang letaknya paling jauh dari pusat kabupaten, pimpinan juga bisa langsung mengecek kehadiran pegawai secara online,” ungkapnya.

Program ini merupakan satu satunya diberlakukan di Provinsi Kalimantan Selatan, absensi sekaligus sidik jari ini juga memiliki sanksi yang cukup ketat. Bagi yang tidak absen dan bukan karena keperluan pekerjaan akan dilakukan pemotongan tunjangan kinerja. Pembatasan jam istirahat juga efektif untuk menghindari adanya PNS yang hanya datang pada pagi dan sore hari.

Baca: Besok 25 Mei Jadwal Pengumuman Hasil UN SMP 2018 Serentak, Siap-siap Kejutan Nilai Terbaru

Baca: 3 Link Live Streaming Perempatfinal Piala Uber 2018 Indonesia vs Thailand, Jadwal dan Susunan Pemain

Untuk pengecualian jika terdapat kegiatan luar kantor seperti menghadiri rapat diberikan kartu kendali yang dilaporkan dan disertai dengan undangan kegiatan yang dihadiri. “Untuk guru saat ini juga telah diberlakukan namun hanya untuk lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Absen dilakukan sebanyak empat kali yaitu pukul 08.00, siang pukul 12.00 saat istirahat, masuk kembali pada pukul 13.00 dan saat pulang pukul 16.30. sedangkan pada ramadhan ini pada hari senin hingga kamis jam masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 15.30, untuk hari jumat pulang pukul 11.00.

Terpisah salah satu pegawai Rena (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa dirinya awalnya sulit menyesuaikan dengan aturan sidik jari karena pada pagi hari dirinya harus mengantar buah hatinya kesekola terlebih dahulu sehingga bisa terlambat meskipun tak lama.

Baca: Astaga! Ibu di Berau Kalitim Tega Siksa Anak Balitanya Karena ini, Begini Kondisi Memilukan Anaknya

Namun saat ini dirinya bisa menyesuaikan setelah meminta keluarga untuk mengantar anaknya. “Mulai bekerja lebih pagi ternyata justru lebih nyaman, karena pikiran masih fresh,” ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help