Pilkada Tanahlaut 2018

Penasihat Hukum Lima ASN Keberatan Atas Dakwaan Jaksa, Hakim Boedi Haryantho Skors Sidang Dua Jam

Mahyudin, penasihat hukum terdakwa lima Aparatur Sipil Negara (ASN) mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan

Penasihat Hukum Lima ASN Keberatan Atas Dakwaan Jaksa, Hakim Boedi Haryantho Skors Sidang Dua Jam
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Sidang dugaan pelangaraan pilkada oleh ASN Tanahlaut, Kamis (24/5/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Mahyudin, penasihat hukum terdakwa lima Aparatur Sipil Negara (ASN) mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Itu terungkap dalam sidang perkara pidana pemilu dengan terdakwa lima ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis (24/5/2018).

Sidang pidana pemilu itu dipimpin hakim ketua Boedi Haryantho didampingi dua hakim anggota, Leo Mampe Hasugian dan Andika Bimantoro.

Hakim Boedi Haryantho memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyusun surat eksepsi terdakwa atas surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) selama dua jam.

Baca: Live Streaming TVRI Uber Cup 2018 Perempatfinal Indonesia vs Thailand Jam 14.00, Ini Keyakinan Susi

Baca: Jadwal Live TVRI Perempat Final Piala Thomas dan Piala Uber 2018 : Marcus/Kevin vs Malaysia

Baca: Juara Grup B, Indonesia Kontra Malaysia di Perempat Final Piala Thomas, Berikut Jadwalnya

Sidang itu mendapatkan pengamanan yang ketat dari personel Polres Tanahlaut.

Setiap pengunjung yang masuk ruang sidang Kartika diperiksa dengan alat detektor logam.

Tampak di kursi pengunjung sebelah kanan majelis hakim, Wakil Bupati Tanahlaut nonaktif Sukamta bersama tim hukum pasangan calon nomor urut satu, Rachmat Suryadi dan anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut, Wardana Sabri.

Kursi pengunjung di sebelah kiri majelis hakim, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Syahrian Nurdin berdampingan dengan Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Tanahlaut, Alfirial.

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryanto dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id terkait skors sidang menjelaskan sesuai KUHAP hak penasihat hukum dan terdakwa keberatan dengan surat dakwaan jaksa penuntut umum.

Pipit Susriana, anggota tim Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut membacakan dakwaan bahwa kelima terdakwa, yaitu Achmad Mustahdi, Gazali, Muhammad Noor, Muhammad Rafiki Effendi dan Suharyo dinilai merugikan paslon nomor urut satu, Sukamta dan Abdirahman.

Jaksa mendakwa kegiatan foto bersama yang dipotret saksi dengan kamera handphone yang luput dari pemeriksaan petugas pemeriksa di LP Sukamiskin, Kota Bandung.

Dalam foto bersama itu disebutkan lima terdakwa mengangkat jari telunjuk dan jari tengah sebagai simbol salam dua jari pasangan calon Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help