Ramadhan Zaman Now

Dahsyatnya Ganjaran Pahala Membukakan Puasa Orang Lain, Begini Balasan yang Bakal Didapat

Sebab, di bulan ini Allah memberikan banyak pahala bagi hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan.

Dahsyatnya Ganjaran Pahala Membukakan Puasa Orang Lain, Begini Balasan yang Bakal Didapat
Hanani
Polres Hulu Sungai Tengah, membagi-bagikan makanan untuk berbuka puasa dengan tujuan berbagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan puasa sebaiknya disambut dengan penuh suka cita.

Sebab, di bulan ini Allah memberikan banyak pahala bagi hamba-hamba-Nya yang berbuat kebaikan.

Oleh sebab itu, di bulan puasa Ramadhan ini banyak orang islam berlomba-lomba berbuat kebaikan, seperti bersedekah, melakukan berbagai amalan sunah seperti berdoa, berzikir, salat sunah hingga membukakan puasa orang lain dengan cara berbagi takjil, mengadakan buka puasa bersama, dan sebagainya.

Nah, yang terakhir ini, bagaimanakah ganjaran pahalanya jika kita melakukannya?

Baca: Sudah Masuk Hari ke 9 Bulan Puasa 2018, Jangan Lupa Ini Doa Hari Ke 1 sampai 10 Ramadhan 1439 H

Dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama, nu.or.id, setiap kita tidak mengerti kualitas puasa orang lain.

Bahkan kita sendiri tidak tahu kalau ada orang lain mengaku berpuasa padahal hanya pengakuan dusta.

Karena, ibadah puasa lebih dimengerti oleh pihak yang bersangkutan.

Baca: Jadwal Imsak & Buka Puasa Hari ke-9 Ramadhan, Jumat 25 Mei 2018 Jakarta, Surabaya, Bandung Lainnya

Namun demikian, agama Islam menganjurkan mereka yang sedang berpuasa untuk berbagi makanan atau minuman kepada sesamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan sebagai berikut.

“Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah SAW.”

Baca: Sejak Kapan Kolak Identik dengan Bulan Puasa, Ternyata Begini Sejarahnya

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang membatalkan puasa orang lain, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang bersangkutan.”

Kalau selagi berpuasa tadi orang yang ditraktir melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian atau tindakan tercela lainnya, maka semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang mentraktirnya.

Keterangan di atas menunjukkan kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa.

Anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help