Esai Zulfaisal Putera: Manis

Sebaliknya, yang menyakitkan akan disebut kata-kata yang pahit. Namun, bisa pula disebut ‘manis’ karena kata-kata itu diucapkan dianggap menyindir.

Esai Zulfaisal Putera: Manis
istimewa
Zulfaisal Putera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sesekali aku beseloroh kepada perempuanku tentang kriteria ‘manis.’ Mengingat dia adalah istri yang dititipkan Tuhan kepadaku, maka sebagai suami, aku harus menyatakan bahwa dia perempuan yang manis.

Teramat manis, malah. Dan tentu ini akan membuat dia sumringah. Walaupun mungkin merasa bahwa sebutan manis itu jangan-jangan sekadar pujian menyenangkan.

Di sinilah masalahnya tersebab manis seorang perempuan memang serba relatif. Bisa jadi pada wajah banyak perempuan yang berbeda punya daya tarik manis masing-masing.

Dianggap manis karena wajahnya memesona. Bisa karena kulit wajahnya putih mulus, bisa bibir merahnya, bisa lesung pipinya, atau lirikan matanya. Perbedaan sudut pandang ini terjadi karena manis dinilai oleh mata.

Lain lagi kalau manis dinilai oleh telinga, istilah ini makin takpunya ukuran yang jelas. Hanya karena kata-kata yang diucapkan menyenangkan dan cenderung menguntungkan, maka kata-kata itu akan dikatakan manis.

Sebaliknya, yang menyakitkan akan disebut kata-kata yang pahit. Namun, bisa pula disebut ‘manis’ karena kata-kata itu diucapkan dianggap menyindir.

Agak berbeda kalau manis dinilai oleh lidah. Dengan titik reseptor yang ada pada lidah, manis jadi jelas kriterianya. Seperti diketahui, lidah mempunyai reseptor manis pada ujungnya, asin pada samping lidah, asam di tepinya, dan pahit di bagian pangkalnya.

Apa pun rasa asupan yang masuk dideteksinya. Yang kasihan pedas tidak dianggap rasa karena takada reseptornya di lidah.

Kamus Besar Bahasa Indonesia ternyata mendudukkan manis yang dinilai oleh lidah sebagai makna yang pertama, yaitu ‘rasa seperti rasa gula.'

Sementara, manis yang dinilai oleh mata sebagai makna selanjutnya, yaitu ‘elok; mungil’ dan ‘sangat menarik hati; sangat ramah dan lemah lembut’. Terakhir manis menurut telinga, yaitu ‘indah; menyenangkan.’

Inilah penggalan esai karya Zulfaisal Putera berjudul Manis. Selengkapnya baca di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (27/05/2018).

Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved