Ramadhan Zaman Now

Suara Lantunan Alquran Tersengar Merdu, Ramadhan Lapas Ambarawa Bak Pondok Pesantren

Semakin didekati, suaranya makin jelas. Nadanya bermacam-macam, ada yang parau, serak tapi ada pula yang merdu

Suara Lantunan Alquran Tersengar Merdu, Ramadhan Lapas Ambarawa Bak Pondok Pesantren
kompas.com
Para narapidana penghuni Lapas Kelas IIa Ambarawa, Jawa Tengah menghabiskan waktu selama Ramadhan dengan bertadarus Al Quran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMBARAWA - Jauh di dalam tembok tua bernama Benteng Willem I atau dikenal sebagai Benteng Pendem, Ambarawa, sayup-sayup terdengar lantunan ayat-ayat suci Alquran.

Semakin didekati, suaranya makin jelas. Nadanya bermacam-macam, ada yang parau, serak tapi ada pula yang merdu. Suara-suara ini berasal dari para narapidana Lapas Ambarawa yang tengah bertadarus di Masjid Darut Ta’ibin di kompleks Lapas peninggalan Belanda tersebut.

Mereka duduk bersila secara melingkar. Sebagian menghadap dampar atau meja kayu panjang untuk meletakkan Alquran, sebagian lagi langsung memegangya dengan tangan.

Baca: Jadwal Imsakiyah, Subuh & Buka Puasa Hari ke 10 Ramadhan, Sabtu, 26 Mei di Jakarta dan Kota Lain

"Tadarus kami lakukan setiap pagi habis tausiyah pagi," kata Ketua Takmir Masjid Darut Ta’ibin, Budi Supriyanto (58), Jumat (25/5/2018) pagi.

Ia mengatakan, tadarus pada bulan Ramadhan ini dilakukan setiap pagi, siang dan malam hari. Tadarus pagi hari dilakukan setelah shalat dhuha dan menyimak tausyiah pagi yang disampaikan oleh penyuluh dari Kantor Kemenag Kabupaten Semarang. Tadarus siang, dilakukan selepas dzuhur sampai ashar dan tadarus malam dilakukan setelah tarawih.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live SCTV) Final Liga Champions Real Madrid vs Liverpool Malam Ini

"Kalau pagi kita tadarus sampai jam sebelas, ada 21 orang. Kalau siang yang ikut sekitar 18 orang, sedangkan malam ada sembilan narapidana," ujarnya.

"Jadi kita bisa katam Alquran, minimal satu kali seminggu." imbuhnya.

Sesuai dengan arti dari nama Masjid Darut Tabiin ini, yakni rumah orang-orang yang hendak bertaubat maka para narapidana Lapas Ambarawa ini banyak mengisi waktu selama Ramadhan dengan beribadah. Mulai dari tadarus, salat tarawih, Salat 5 waktu berjamaah dan mendengarkan tausiyah atau ceramah agama.

Budi mengaku dipercaya sebagai salah satu Takmir Masjid Darut Tabiin, karena dianggap tidak pernah berbuat kesalahan selama menjalani hukuman. Tugas ini ia lakukan dengan ikhlas, lantaran disisa masa hukumannya yang akan berakhir pada akhir September 2018 ini dirinya ingin berbuat yang bermanfaat bagi orang lain, khususnya bagi sesama narapidana.

"Jika ada narapidana yang masih belum mau beribadah, kami malah semakin tertantang untuk mengajaknya, mulai dari membaca Al Quran hingga salat,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help