Berita Tabalong

Tambang Batubara di Lumbang, Pemerintahan Desa akan Layangan Surat ke ESDM Provinsi Kalsel

terkait persoalan aktivitas penambangan barubara di Desa Lumbang, kecamatan Muara Uya, Tabalong

Tambang Batubara di Lumbang, Pemerintahan Desa akan Layangan Surat ke ESDM Provinsi Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
-Gerah dengan adanya dugaan pertambangan batubara ilegal, warga Desa Lumbang, kecamatan Muara Uya, Tabalong, bereaksi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Terkait persoalan aktivitas penambangan barubara di Desa Lumbang, kecamatan Muara Uya, Tabalong, memang sudah beberapa kali ada dilakukan pertemuan.

Namun dari pertemuan yang dilakukan masyarakat sepakat untuk menolak keberadaab tambag batubara di desa mereka.

"Masyarakat Desa Lumbang sudah adakan musyawarah desa terkait dengan aktivitas penambangan batubara di RT. 9 ini," kata Pjs Kades Lumbang, H Johransyah, yang ditemui di kantornya, Sabtu (26/5/2018).

Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Bali United vs Persib Liga 1 2018 via Indosiar Vidio.com

Dalam musyawarah desa itu warga menyepakati menolak ada penambangan batubara meskipun sempat ditawarkan adanya uang konpensasi.

"Masyarakat tetap .menolak karena mereka tdak inginkan tambang ada di Desa Lumbang, jadi biar diberi konpensasi warga tetap menolak," katanya.

Ditambahkannya, dengan adanya persoalan penambangan ini pihaknya selaku pemeritahan desa akan buat surat tertulis ke Dinas ESDM Provinsi Kalsel.

Ini karena pihaknya mencurigai pertambangan batubara yang dilakukan di Desa Lumbang merupakan penambangan ilegal.

Baca: Tolak Tambang Batubara, Warga Desa Lumbang Lakukan Aksi Ini

"Soalnya tidak sesuai prosedur, penambang tidak ada melakukan sosialisasi, analisis amdal atau studi amdal juga tidak ada," ungkapnya.

Dengan kondisi inilah diharapkan pihak berwenang dalam hal ini ESDM Provinsi Kalsel bisa mengetahui dan mengambil sikap.

Pasalnya, apabila ini tidak disikapi maka dikhwatirkan akan bisa memunculkan dampak kamtibmas marena masyarakat bisa saja melakukan tindakan sendiri.

"Makanya akan kita laporkan ke ESDM Provinsi Kalsel, ke muspika dan juga bagian Ekonomi dan SDA Setda Tabalong, supaya ada tindakan dari dinas berwenang," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help