Berita Hulu Sungai Utara

Asap Limbah RSUD Pambalah Batung Ganggu, Warga Terpaksa Tutup Hidung

Hal ini disebabkan letak incenerator yang tepat berada di samping lapangan, padahal jogging track atau lintasan lari

Asap Limbah RSUD Pambalah Batung Ganggu, Warga Terpaksa Tutup Hidung
reni kurnia wati
Asap dari hasil pembakaran di incenerator RSUD Pembalah Batung seringkali mengganggu pengunjung Taman Pahlawan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Asap dari hasil pembakaran di incenerator RSUD Pembalah Batung seringkali mengganggu pengunjung taman pahlawan atau bahkan warga yang ingin berolahraga di lapangan sepak bola di Kota Amuntai, Hulu Sungai Utara.

Hal ini disebabkan letak incenerator yang tepat berada di samping lapangan, padahal jogging track atau lintasan lari tersebut sering digunakan warga untuk berolahraga baik pagi atau sore hari. Jika bertepatan dengan saat pembakaran maka akan sangat mengganggu.

Asap hitam yang dihasilkan akan terbawa angin, bukan hanya membumbung ke atas tapi bisa juga terbawa angin ke bawah dan terhirup oleh orang yang berada disekitarnya.

Baca: Jadwal Mudik Gratis 2018 dari Pindad, ASDP dan Pelindo untuk Jakarta, Sumatera dan Indonesia Timur

Baca: LIVE STREAMING PSIS vs Mitra Kukar Liga 1 2018 Malam Ini - Link Live Streaming Vidio.com UseeTV

Dina misalnya dirinya lebih memilih berolahraga pada sore hari karena sibuk dan tidak sempat pada pagi hari. Dan beberapa kali harus olahraga sembari menutup hidung agar tidak terhirup.

Baca: Live Vidio.com! Live Streaming PSIS Semarang vs Mitra Kukar Liga 1 Pekan 11 Malam Ini

"Semoga corong pembuangan asap bisa ditinggikan agar asapnya tidak terhirup," ungkapnya.

Limbah dari rumah sakit ataupun Puskesmas berupa sampah padat, cair dan gas. Dimana untuk pemusnahannya melalui beberapa proses. untuk limbah padat kembali dibedakan menjadi dua yaitu limbah medis dan non medis. Limbah medis sendiri terdiri dari infeksius dan non infeksius.

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia vs Persis Solo Malam Ini - Link Live Streaming Mycujoo.tv

Sedangkan untuk limbah non medis sebagian bekerjasama dengan Dinas kebersihan. Seperti sampah sisa makanan, sedangkan limbah medis dimusnahkan menggunakan incenerator.

Untuk sampah dari apotek rumah sakit berupa bungkus bekas bungkus obat obatan berupa kertas dan plastik biasanya langsung dibakar. Pembakaran limbah medis menggunakan incenerator yang dimiliki rumah sakit, dengan kapasitas hingga satu kubik. Sehingga limbah medis dapat langsung dimusnahkan dalam satu hari karena limbah medis yang dihasilkan tak sebanyak itu.

Limbah medis selalu dibakar setiap hari, tidak pernah tertahan hingga beberapa hari, karenanya incenerator beroperasi setiap hari. Dalam sekali pembakaran membutuhkan waktu pembakaran satu hingga tiga jam dengan pembakaran sekitar 1000 derajat.

Proses yang sama juga dilakukan oleh Puskesmas, meskipun belum seluruhnya memiliki incenerator namun masih bisa ditangani oleh puskesmas yang memiliki incenerator.

Untuk sampah kertas berupa bungkus bekas obat masih tidak masalah jika dibuang melalui dinas kebersihan, seperti yang dilakukan oleh apotek yang memang tidak dilengkapi oleh incenerator.

Sekretaris Dinas Kesehatan dr Agus mengatakan Untuk Incenerator sat ini hanya tersedia di Puskesmas banjang, Sungai Malang, Sungai Pandan dan Sungai Karias. Namun anggaran untuk melakukan pemusnahan tetap dianggarkan sehingga puskesmas yang belum memiliki incinerator bisa menggunakan puskesmas yang ada di puskesmas lain.

Seperti di Puskesmas Paminggir dan Danau Panggan menggunakan incenerator di puskesmas Sungai Pandan yang biasa dilakukan seminggu sekali. "Incenerator yang ada sekarang setinggi delapan meter dan akan ditinggikan tahun ini menjadi 15 meter," ujarnya. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help