B Focus

Pengamat ULM Sebut Angkot Akan Ditinggalkan Warga Banjarmasin, karena 2 Hal Ini

Angkutan kota (angkot) memiliki persentase sebesar 3,12 persen dari keseluruhan pergerakan lalu lintas yang ada di Kota Banjarmasin.

Pengamat ULM Sebut Angkot Akan Ditinggalkan Warga Banjarmasin, karena 2 Hal Ini
banjarmasinpost.co.id
Angkot di Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Angkutan kota (angkot) memiliki persentase sebesar 3,12 persen dari keseluruhan pergerakan lalu lintas yang ada di Kota Banjarmasin.

Hal ini sangat kecil sebagai angkutan yang melayani pergerakan penumpang.

“Tidak dapat dipungkiri salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya minat penumpang mau menggunakan angkutan kota adalah kondisi angkutan dan kenyamanan yang kurang baik,” ujar Iphan F Radam, pengamat transportasi yang juga akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Padahal kedua kriteria itu, lanjutnya, menjadi kriteria yang dominan yang harus diperhatikan setelah keselamatan dan keamanan.

Adanya rencana dari dinas terkait untuk meremajakan angkutan kota, sebenarnya perlu diapresiasi dengan baik sebagai penyikapan pemenuhan kriteria tersebut.

Supaya operasional angkutan kota tersebut terjamin keberadaannya, perlu pula evaluasi rute pelayanan dan penjadwalan.

Setidaknya, angkutan kota nantinya dapat terintegrasi dengan bus rapid transit (BRT) sebagai angkutan pengumpan (feeder).

Angkutan kota dan BRT yang terintegrasi menjadi suatu syarat agar penumpang terjamin pergerakannya dari asal menuju tujuan.

Pelayanan yang sepotong-sepotong dapat mengakibatkan calon penumpang menjadi enggan menggunakan angkutan kota dan beralih ke kendaraan pribadi atau angkutan alternatif (daring).

“Memang, biaya peremajaan angkutan kota membutuhkan biaya yang tidak murah. Tetapi tentunya untuk mencapai transportasi yang smart, perlu perencanaan yang matang. Sebenarnya banyak sistem pengelolaan angkutan kota yang dapat diterapkan seperti sistem konsorsium, kerja sama atau dalam bentuk Badan Layanan Umum untuk menekan pembiayaan yang tinggi tersebut,” papar Iphan.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help