Berita Hulu Sungai Tengah

Pertanyakan Proses Hukum, Warga Samhurang dan Pahalatan Mengadu ke DPRD

Tak hanya pembeli yang dijerat penadah, menurut warga sopir jasa angkutan yang tak tahu asal usul barang itu

Pertanyakan Proses Hukum, Warga Samhurang dan Pahalatan Mengadu ke DPRD
Hanani
Warga Desa Samhurang dan Pahalatan Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah saat mengadu ke DPRD HST terkait status tersangka terhadap seorang warga yang diduga penadah barang hasil curian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Puluhan warga Desa Pahalatan dan Samhurang Kecamatan Labuanamas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengadu ke DPRD HST, Senin (28/5/2018) Tujuannya mempertanyakan masalah status salah satu warga Samhurang, Saubari yang dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penadah barang curian.

Tak hanya pembeli yang dijerat penadah, menurut warga sopir jasa angkutan yang tak tahu asal usul barang itupun juga dijadikan tersangka.

“Padahal, warga kami Saubari bersedia membelinya karena pemilik barang mengatakan, bahwa barang tersebut merupakan harta gono gini, setelah dia bercerai dengan istri mudanya,”ungkap Surya, LSM yang mendamping warga mengadu ke DPRD HST. Diakui, sebelum terjual barang tersebut dititipkan ke rumah Saubari, yag diangkut menggunakan jasa angkutan.

Baca: Hari Ini Jadwal Pengumuman UN SMP 2018, Begini Cara Melihat Hasil UN SMP dan UN MTs 2018 Via Online

“Pemilik barang mengaku barang sudah ditawarkan beberapa kali ke pasar, hingga akhirnya ditawarkan ke Saubari, sekaligus menitipkannya hingga akhirnya ditawarkan dengan harga yang murah dibawah standar. Karena dibilang harta gono gini, dan mau dijual cepat Saubari akhirnya membelinya. Tapi pada akhirnya ditangkap polisi dan dikenai pasal penadah. Padahal, yag bersangkutan merasa bukan penadah, tapi pembeli barang biasa yang mau dijual cepat,”ungkap Surya.

Baca: Jadwal Lengkap MotoGP Italia 2018 : Race Sirkuit Mugello Live di Trans7, Minggu 3 Juni 2018

Aksi damai warga dengan mengadu ke DPRD HST tersebut, diterima di ruang rapat utama DPRD HST, oleh Ketua DPRD HST H Saban Effendi, wakil Ketua Tajudin dan Jainudin Bahrani serta anggota dewan lainnya. Hadir pula Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, Kasatreskrim POlres HST Iptu Sandy serta jajaran Polres lainnya. Untuk mengamankan jalannya pertemuan, Polres HST menugaskan sejumlah anggota Dalmas dan sejumlah annggota Polres Lainnya.

Baca: Live Vidio.com! Live Streaming PSIS Semarang vs Mitra Kukar Liga 1 Pekan 11 Malam Ini

Dari pihak warga, ada sekitar 60 orang, dihadiri Kades Pahalatan dan Kades Samhurang. Selain kasus dugaan penadahan barang curian, warga juga melapornya ada kasus penipuan yang mengatasnamakan Kasatreskri, warga Desa Kandundung Kecamatan LAU. Orang tersebut menelepon keluarga tersangka yang ditangkap dalam kasus togel, dan meminta uang sebesar Rp 5 juta, dengan system transfer melalui rekening.

“Karena mungkin panik, dan tak ingin keluarganya dipidana, akhirnya uang diminta tersebut ditranfer. Tapi pihak keluarga kaget karena ternyata oleh kepolisian proses hukumnya tetap jalan. Pihakkeluarga itu baru sadar dia tertipu, dan telah memberitahu kasus tersebut ke Polres. Tapi sampai sekarang belum ada tidak lanjutnya,”kata M Syaukani.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan dan laporan warga tersebut, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, menyampaikan pihaknya bekerja sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Terkait dugaan kasus barang curian disebutkan, ada tiga orang dijadikan tersangka. Kasusnya, kata Sabana, diusut sesuai pasal 480 KUHP dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

Kepolisian sendiri, kata Kapolres tak bisa menghentikan proses hukum tersebut, karena berkas perkara yang dilimpahkan sudah diterima kejaksaan, untuk selanjutnya proses persidangan. “Silakan nanti disampaikan saat persidangan di pengadilan. Untuk pembuktian, silakan hadirkan saksi yang membuktikan tersangka tidak bersalah. Di pengadilan, jika benar katakan benar, jika salah katakan salah,”katanya.

Soal kasus penipuan terhadap keluarga tersangka kasus judi togel, Kapolre meminta pihak yang dirugikan segera membuat laporan resmi ke POlres, diserta bukti berupa nomor telepon dan nomor rekening penipu yang mengatasnamakan Kasatreskrim tersebut. Namun Kapolres menegaskan, bahwa orang yang mengatasnamakan Kasatreskrim tersebut tak ada sangkut pautnya dengan pihaknya.

“Ini zaman keterbukaan, tak ada yang bisa ditutup-tutupi sekarang, jika ada yang melakuka perbuatan tercela kepada masyarakat. Anggota kami bekerja professional, tak ada yang melakuka perbuatan seperti itu,”tandas Sabana. Diapun mengimbau masyarakat agar ta mudah tertipu oleh pihak yang mengiming-imingi membebaskan tersangka dari jeratan hukum. Karena kenyataannya, proses hukum tetap jalan, tanpa intervensi pihak manapun. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help