Kriminalitas Tanahlaut

Sikap Jaksa Usai Dua Terdakwa Kasus Pencabulan di Batakan Panyipatan Divonis 5 Tahun

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Natalia mengaku puas dengan putusan majelis hakim

Sikap Jaksa Usai Dua Terdakwa Kasus Pencabulan di Batakan Panyipatan Divonis 5 Tahun
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Natalia, Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Natalia mengaku puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, Senin (28/5/2018).

Itu karena dua terdakwa kasus pencabulan di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan yang dituntutnya, putusan majelis hakim tidak jauh selisihnya.

Terdakwa pertama, Adan (18) warga Jalan Pariwisata Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsider enam bulan penjara bila tak sanggup bayar denda.

Baca: Jadwal Mudik Gratis 2018 dari Pindad, ASDP dan Pelindo untuk Jakarta, Sumatera dan Indonesia Timur

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia vs Persis Solo Malam Ini - Link Live Streaming Mycujoo.tv

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnya yaitu 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsider enam bulan penjara bila tak sanggup bayar denda.

Menurut Natalia, pertimbangan yang meringankan bagi terdakwa Adan dihukum 5 tahun enam bulan itu karena tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah dengan usaha mencari ikan.

"Perbuatan Adan juga dilakukan atas dasar suka sama suka dengan pacarnya," kata Natalia.

Sementara untuk terdakwa Rusmadi divonis delapan tahun dan denda Rp 100 juta dengan subsider enam bulan penjara bila tak sanggup bayar denda sama dengan tuntutan jaksa.

Menurut Natalia, vonis terhadap Rusmadi itu sudah ringan karena korbannya bocah sekolah dasar masih perawan.

Baca: LIVE STREAMING PSIS vs Mitra Kukar Liga 1 2018 Malam Ini - Link Live Streaming Vidio.com UseeTV

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, perkara terdakwa Adan terjadi di Jalan Pariwisata RT 16 Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut.

Adan mencabuli pacarnya setelah mengancam putus pacaran dan mengajak korban nonton video porno dan mengajak korban mempraktekkan seperti dalam video porno di rumah orangtuanya.

Sedangkan perkara Rusmadi, mencoba mencabuli anak sekolah dasar yang dicegat saat menuju rumah di Jalan perkebunan kelapa sawit PT Candi Artha di Desa Tajaupecah.

Beruntung, dua pemancing ikan yang melintas di lokasi korban akan dicabuli mendengar teriakan korban yang minta tolong hingga berhasil diselamatkan dari predator. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved