Berita Tanahbumbu

Terdakwa Mengaku Menyesal Foto Bersama Aad, 'Foto Salam Dua Jari di Medsos Bermasalah'

Lima terdakwa, Akhmad Mustahdi, Gazali, Muhammad Noor, M Rafiki Effendi dan Suharyo secara bergantian ditanyai jaksa penuntut umum

Terdakwa Mengaku Menyesal Foto Bersama Aad, 'Foto Salam Dua Jari di Medsos Bermasalah'
mukhtar wahid
Sidang lanjutan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Senin (28/5/2018) memasuki agenda mendengarkan keterangan para terdakwa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sidang lanjutan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Senin (28/5/2018) memasuki agenda mendengarkan keterangan para terdakwa.

Lima terdakwa, Akhmad Mustahdi, Gazali, Muhammad Noor, M Rafiki Effendi dan Suharyo secara bergantian ditanyai jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Riza Oktavian dan Pipit Susriana.

Para terdakwa kompak mengaku berada di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 7 April 2018 lalu itu hanya ingin membesuk mantan bupati Tanahlaut Adriansyah alias Aad.

Baca: Jadwal Mudik Gratis 2018 dari Pindad, ASDP dan Pelindo untuk Jakarta, Sumatera dan Indonesia Timur

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia vs Persis Solo Malam Ini - Link Live Streaming Mycujoo.tv

Kegiatan foto bersama itu dilakukan spontanitas karena handphone Achmad Mustahdi dan Gazali saat itu luput dari pemeriksaan penjaga LP Sukamiskin, sehingga bebas mengabadikan momen silaturrahmi dengan Aad yang akan bebas pada 10 April 2018 lalu.

Baca: Live Vidio.com! Live Streaming PSIS Semarang vs Mitra Kukar Liga 1 Pekan 11 Malam Ini

Ditanya kenapa harus mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah saat berfoto bersama Aad yang merupakan ayah kandung dari calon Bupati Tanahlaut periode 2018-2023. Para terdakwa kompak mengatakan bahwa itu hanya ungkapan emosional dan spontanitas bermakna peace and victory.

Baca: LIVE STREAMING PSIS vs Mitra Kukar Liga 1 2018 Malam Ini - Link Live Streaming Vidio.com UseeTV

Namun, jaksa penuntut umum dan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari melihat kunjungan silaturrahmi di LP Sukamiskin, kemudian berfoto bersama dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah sangat berkesesuaian dengan momen Pilkada serentak di Kabupaten Tanahlaut.

Usai keterangan para terdakwa dicocokkan dengan berita acara pemeriksaan di kepolisian dan lima handphone para terdakwa dicocokkan serta foto hasil puslabfor Surabaya diperlihatkan kepada para terdakwa.

Penasihat hukum terdakwa, Badrul Ain Sanusi Al Afif menanyai para terdakwa apakah foto bersama dengan Aad yang viral di media sosial tidak disengaja dan terganggu aktivitas para terdakwa.

Kelima para terdakwa semangat menjawab merasa tidak nyaman serta dirugikan dengan foto bersama di LP Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat yang viral di media sosial. Pasalnya kasus itu berbuntut panjang, berupa pengaduan oleh pasangan nomor urut satu calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut, Sukamta dan Abdirahman.

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho menunda sidang dengan agenda mendengar surat tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut pada lusa nanti.

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari mengimbau agar para terdakwa menjaga netralitas selama proses Pilkada serentak berjalan. Sebab, kedudukan para terdakwa di ASN adalah pejabat struktural atau pengawas, kecuali Gazali selaku Sekretaris Kecamatan atau pejabat administrator sangat berpengaruh terhadap bawahannya.

Penasihat hukum terdakwa, mengaku sudah menyiapkan nota pembelaan bagi para terdakwa meski surat tuntutan belum menerima. Sebab, penasihat hukum terdakwa merasa kliennya tidak bersalah. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help