B Focus Economic

Kebun Hidroponik, Ini Keunggulan Menggunakan Sistem Rakit Apung

TAK hanya usaha perorangan, namun kegiatan bertani dan bercocok tanam menggunakan konsep hidroponik juga sudah dilakukan masyarakat

Kebun Hidroponik, Ini Keunggulan Menggunakan Sistem Rakit Apung
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - TAK hanya usaha perorangan, namun kegiatan bertani dan bercocok tanam menggunakan konsep hidroponik juga sudah dilakukan masyarakat secara kolektif seperti di Guntung Paring, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ada cukup banyak titik kebun hidroponik di daerah ini, uniknya tidak hanya kebun hidroponik dengan metode pipa, tapi ada juga yang menggunakan metode apung.

Di antaranya kebun hidroponik di pekarangan warga Guntung Paring Indah Permai, Banjarbaru.

Baca: Pengalaman Nabi Muhammad Bertemu Malam Lailatul Qadar Sampai Enggan Bangun dari Sujud

Mereka menggunakan metode apung dengan total luasan lima kali lima belas meter persegi.

Berbeda dari metode pipa, kebun hidroponik metode apung menggunakan bak sedalam kurang lebih 15 sentimeter dari kayu yang dilapisi terpal lalu diisi air sehingga berbentuk seperti kolam.

Di atasnya lalu diletakkan styrofoam seukuran bak lengkap dengan lubang-lubang sebagai wadah meletakkan serabut buatan sebagai media tumbuh tanaman.

Baca: Dahsyatnya Malam Lailatul Qadar, Ini Beberapa Kemuliaan dan Doa Khusus Malam Lailatul Qadar

Dilihat dari bahan pembuatannya, pembuatan kebun hidroponik dengan metode apung bisa lebih murah dibanding metode pipa paralon.

Dijelaskan salah satu warga, M Eddhy Saputra, metode apung dinilai bisa lebih banyak mengakomodir jumlah lubang-lubang tanaman dibanding metode pipa.

"Ada sistem paralon, nah ini pakai sistem rakit apung. Pakai styrofoam, keunggulan sistem rakit apung lubang tanam lebih banyak," kata Eddhy.

Baca: Dahsyatnya Pengalaman Nabi Muhammad Saat Bertemu Lailatul Qadar Malam 27 Ramadhan Sampai Begini

Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan di kawasan hidroponik ini juga cukup beragam, di antaranya daun mint, sawi, bayam, selada hingga bayam.

Menurut Eddhy yang juga anggota Komunitas Hidroponik Banua Banjarbaru ini, cocok tanam berkonsep hidroponik justru bisa panen lebih cepat dibanding secara konvensional.

"Tanaman juga sehat dan higienis karena lingkungan terkontrol," kata Eddhy.

Tanaman juga diklaim lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida namun hanya mengandalkan air, oksigen, dan nutrisi dari cahaya matahari.

Ditanam secara kolektif dan hasilkan produk sayuran cukup banyak, hasil kebun hidroponik di daerah Guntung Paring ini juga ternyata sudah dijual ke berbagai tempat baik toko sayuran bahkan hingga supply ke ritel modern.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved